Abstract. Stress is a common psychological response experienced by university students due to academic and non-academic demands, and listening to music is frequently used as a stress management strategy. This study aimed to describe stress levels and music listening habits among student music listeners at Universitas Islam Bandung. A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted involving 120 students selected using convenience sampling. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), while music listening habits and preferences were assessed using the Music Preference Questionnaire-Revised (MPQ-R). Data were analyzed using univariate analysis. The results showed that most respondents experienced moderate stress (80%), followed by low stress (16.6%) and high stress (3.3%). The majority of students preferred music with a moderate tempo (90–120 BPM), listened to music 6–7 times per week, and spent more than 60 minutes per listening session. In conclusion, most music-listening students at Universitas Islam Bandung experience moderate stress levels and commonly engage in frequent and prolonged listening to moderate-tempo music. These findings suggest that music has the potential to be utilized as a simple and easily accessible coping mechanism to help manage stress among university students. Abstrak. Stres merupakan respons psikologis yang umum dialami mahasiswa akibat tuntutan akademik dan non-akademik. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengelola stres adalah mendengarkan musik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stres serta karakteristik kebiasaan mendengarkan musik pada mahasiswa pendengar musik di Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) terhadap 120 mahasiswa yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan kebiasaan mendengarkan musik diukur dengan Music Preference Questionnaire-Revised (MPQ-R). Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres tingkat sedang (80%), diikuti stres rendah (16,6%) dan stres tinggi (3,3%). Mayoritas responden memiliki kebiasaan mendengarkan musik bertempo sedang (90–120 BPM), dengan frekuensi 6–7 kali per minggu dan durasi lebih dari 60 menit. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa pendengar musik di Universitas Islam Bandung memiliki tingkat stres sedang dengan kebiasaan mendengarkan musik bertempo sedang yang relatif sering dan berdurasi panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musik berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu mekanisme koping yang sederhana dan mudah diakses dalam membantu mengelola tingkat stres pada mahasiswa.