Susanti Dharmmika
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Tingkat Stres pada Mahasiswa Pendengar Musik di Universitas Islam Bandung Muhammad Dzikri Nursidik; Titik Respati; Susanti Dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science 705-712
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22341

Abstract

Abstract. Stress is a common psychological response experienced by university students due to academic and non-academic demands, and listening to music is frequently used as a stress management strategy. This study aimed to describe stress levels and music listening habits among student music listeners at Universitas Islam Bandung. A descriptive observational study with a cross-sectional design was conducted involving 120 students selected using convenience sampling. Stress levels were measured using the Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), while music listening habits and preferences were assessed using the Music Preference Questionnaire-Revised (MPQ-R). Data were analyzed using univariate analysis. The results showed that most respondents experienced moderate stress (80%), followed by low stress (16.6%) and high stress (3.3%). The majority of students preferred music with a moderate tempo (90–120 BPM), listened to music 6–7 times per week, and spent more than 60 minutes per listening session. In conclusion, most music-listening students at Universitas Islam Bandung experience moderate stress levels and commonly engage in frequent and prolonged listening to moderate-tempo music. These findings suggest that music has the potential to be utilized as a simple and easily accessible coping mechanism to help manage stress among university students. Abstrak. Stres merupakan respons psikologis yang umum dialami mahasiswa akibat tuntutan akademik dan non-akademik. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengelola stres adalah mendengarkan musik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat stres serta karakteristik kebiasaan mendengarkan musik pada mahasiswa pendengar musik di Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) terhadap 120 mahasiswa yang dipilih melalui teknik convenience sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10), sedangkan kebiasaan mendengarkan musik diukur dengan Music Preference Questionnaire-Revised (MPQ-R). Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami stres tingkat sedang (80%), diikuti stres rendah (16,6%) dan stres tinggi (3,3%). Mayoritas responden memiliki kebiasaan mendengarkan musik bertempo sedang (90–120 BPM), dengan frekuensi 6–7 kali per minggu dan durasi lebih dari 60 menit. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa pendengar musik di Universitas Islam Bandung memiliki tingkat stres sedang dengan kebiasaan mendengarkan musik bertempo sedang yang relatif sering dan berdurasi panjang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa musik berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu mekanisme koping yang sederhana dan mudah diakses dalam membantu mengelola tingkat stres pada mahasiswa.
Hubungan Tingkat Kebugaran Jasmani dengan Derajat Low Back Pain pada Lansia Muhammad Fadlan Shidqi; Ieva Baniasih Akbar; Susanti Dharmmika
Bandung Conference Series: Medical Science 885-892
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22417

Abstract

Abstract. The aging process leads to a decline in physical and musculoskeletal function in older adults, which can result in decreased physical fitness and an increased risk of low back pain. Regular physical activity, such as elderly gymnastics, plays an important role in maintaining physical fitness. This study aimed to analyze the relationship between physical fitness levels and the degree of low back pain among older adults who participate in routine exercise. The study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach involving 39 older adults who were members of the Healthy Heart Club. Physical fitness levels were measured using the 6-Minute Walk Test, which was converted into VO₂max values, while the degree of low back pain was assessed using the Oswestry Disability Index. The results showed that the majority of respondents had a normal level of physical fitness (21–32.9), accounting for 66.7%, and experienced mild low back pain (0–20%) at 82.1%. Fisher’s Exact Test indicated that there was no significant relationship between physical fitness levels and the degree of low back pain (p = 0.506). In conclusion, physical fitness level was not associated with the degree of low back pain among older adults who actively participated in routine exercise. Regular and structured exercise may improve lumbar vertebral stability through strengthening of the lower extremity and pelvic muscles, which collectively optimizes activation and mechanical force transfer in the lumbopelvic region.Bagian Atas Formulir Abstrak. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi fisik dan muskuloskeletal pada lanjut usia, yang dapat berdampak pada penurunan kebugaran jasmani dan meningkatnya risiko terjadinya low back pain. Aktivitas fisik yang teratur, seperti senam lansia, berperan dalam mempertahankan kebugaran jasmani. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat kebugaran jasmani dengan derajat low back pain pada lansia yang mengikuti senam rutin. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 39 lansia anggota Klub Jantung Sehat. Tingkat kebugaran jasmani diukur menggunakan 6-Minute Walk Test yang dikonversi menjadi nilai VO₂max, sedangkan derajat low back pain dinilai menggunakan Oswestry Disability Index. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki kebugaran jasmani kategori normal (21-32,9) sebesar 66,7 % dan mengalami low back pain ringan (0-20%) sebesar 82,1% pada lanjut usia. Uji Fisher Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kebugaran jasmani dan derajat low back pain (p = 0,506). Simpulan pada penelitian ini, tingkat kebugaran jasmani tidak berhubungan dengan derajat low back pain pada lansia yang aktif mengikuti senam rutin. Senam rutin dan teratur dapat meningkatkan stabilitas vertebralis lumbal melalui penguatan otot ekstremitas bawah dan panggul, yang secara kolektif mengoptimalkan aktivasi serta transfer gaya mekanis pada regio lumbopelvik. Kata Kunci: Kebugaran jasmani, Low Back Pain, Lanjut Usia