Abstract. Obesity is a global health problem that contributes to increased risks of metabolic syndrome and cardiovascular diseases. These conditions are closely associated with elevated visceral fat levels. Medical students are particularly vulnerable to high academic stress, which may trigger emotional eating. A pattern of food consumption influenced by negative emotions that can potentially increase visceral fat accumulation. This study aimed to examine the relationship between emotional eating and visceral fat levels among medical students at Universitas Islam Bandung. A cross-sectional design was employed involving 96 respondents selected through consecutive sampling, all of whom were active medical students who had completed at least one year of study. Emotional eating was assessed using the Emotional Eater Questionnaire (EEQ), and visceral fat levels were measured using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) OMRON HBF-375. Data were analyzed using Fisher’s exact test. The results showed that 43.71% of respondents had low emotional eating tendencies, and 80.21% had normal visceral fat levels. The study concluded that there was a significant association between emotional eating and visceral fat levels, with a p-value of 0.003 (p < 0.05). These findings suggest the need for interventions aimed at managing emotional eating within this population. Abstrak. Obesitas menjadi masalah kesehatan global dan menyebabkan masalah kesehatan seperti peningkatan risiko sindroma metabolik dan penyakit kardiovaskular. Kondisi tersebut memiliki keeratan dengan kadar lemak viseral tubuh. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok yang rentan mengalami stres akademik tinggi, yang dapat memicu kondisi emotional eating. Pola makan yang dipengaruhi oleh emosi negatif dan berpotensi meningkatkan kadar lemak viseral tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara emotional eating dengan kadar lemak tubuh pada mahasiswa kedokteran Unisba. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan melibatkan 96 responden yang diambil dengan metode cosequtive sampling dan memenuhi kriteria sebagai mahasiswa aktif fakultas kedokteran Unisba yang telah menjalani satu tahun masa studi. Data emotional eating diambil melalui kuesioner EEQ (Emotional Eater Questionnairree) dan pengkuran lemak viseral diukur dengan BIA (Bioelectrical Impendence Analysis) OMRON HBF-375 analisis data menggunakan uji fisher exact. Hasil menunjukan bahwa 43,71% responden mengalami emotional eater rendah dan 80,21% responden memiliki kadar lemak viseral normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan p-value 0,003 (p<0,05) antara emotional eating dengan kadar lemak viseral tubuh pada mahasiswa kedokteran Unisba. Implikasi dari hasil penelitian ini merekomendasikan intervensi untuk pengelolahan emotional eating pada populasi ini.