Fawwaz Firdaus
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Usia dan Frekuensi Kemoterapi Pada Pasien Kanker Payudara yang Mendapatkan Kemoterapi Di RSUD Welas Asih Bandung Tahun 2024 Fawwaz Firdaus; Miranti Kania Dewi; Yuke Andriane
Bandung Conference Series: Medical Science 923-930
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22427

Abstract

Abstract. Breast cancer is one of the most common malignancies among women, and chemotherapy remains a major treatment modality across different disease stages. However, chemotherapy is frequently associated with hematological adverse effects due to bone marrow suppression. This study aimed to analyze the relationship between patient characteristics, particularly age and chemotherapy frequency, and hematological profiles in breast cancer patients. An analytic observational study with a cross-sectional design was conducted using medical records of 200 breast cancer patients who underwent chemotherapy at Welas Asih Regional General Hospital in 2024. Hematological parameters analyzed included hemoglobin, erythrocytes, leukocytes, and platelets. Statistical analysis was performed using the Spearman test. The results showed that most patients had hemoglobin and erythrocyte levels below normal ranges, while leukocyte and platelet levels were predominantly within normal limits. No significant association was found between age and any hematological parameters (p>0.05). In contrast, chemotherapy frequency was significantly associated with hemoglobin, erythrocyte, leukocyte, and platelet levels (p<0.05), indicating that a higher number of chemotherapy cycles was associated with a greater tendency toward anemia, erythropenia, and leukopenia. These findings suggest that the hematological effects of chemotherapy are cumulative, highlighting the importance of continuous and intensive hematological monitoring during treatment. Abstrak. Kanker payudara merupakan salah satu keganasan tersering pada perempuan, dan kemoterapi menjadi modalitas terapi utama pada berbagai stadium penyakit. Namun, kemoterapi dapat menimbulkan efek samping hematologis akibat supresi sumsum tulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan frekuensi kemoterapi dengan profil hematologi pada pasien kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi di RSUD Welas Asih Bandung periode tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari rekam medis 200 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Welas Asih tahun 2024. Profil hematologi yang dinilai meliputi kadar hemoglobin, eritrosit, leukosit, dan trombosit. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien kanker payudara yang mendapatkan kemoterapi di RSUD Al Ihsan tahun 2024 berusia 41-50 tahun (38,5%), menjalani kemoterapi 6-8 siklus (53,5%), memiliki kadar hemoglobin <12 g/dL (79,5%), kadar leukosit 4.000 – 11.000 sel/μL (79%), kadar eritrosit <4,2 x 106/μL (78%) dan kadar trombosit 150.000-450.000 sel/μL (83%). Tidak ditemukan hubungan yang bermakna antara usia dengan seluruh profil hematologi (p>0,05). Sebaliknya, frekuensi kemoterapi menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kadar hemoglobin, eritrosit, leukosit, dan trombosit (p<0,05), di mana peningkatan jumlah frekuensi kemoterapi memiliki kecenderungan menyebabkan terjadinya anemia, eritropenia, dan leukopenia. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak kemoterapi terhadap profil hematologi bersifat kumulatif, sehingga pemantauan hematologi secara intensif dan berkelanjutan sangat diperlukan.