Abstract. Congestive Heart Failure (CHF) is a global health problem with high morbidity and mortality rates and represents a significant burden on healthcare systems. Hypertension is recognized as a major risk factor that contributes to structural and functional changes of the heart, eventually leading to heart failure. This study aimed to analyze the relationship between hypertension and the incidence of Congestive Heart Failure at RSUD dr. Slamet Garut in 2024. This study employed a quantitative design with an observational analytic approach. The study sample consisted of 84 respondents selected based on inclusion and exclusion criteria. Data were obtained from patients’ medical records and analyzed using the Chi-Square test to determine the association between variables, as well as Odds Ratio analysis to assess the magnitude of risk for developing CHF. The results showed that among 56 respondents with a history of hypertension, 38 individuals (90.5%) experienced Congestive Heart Failure. In contrast, only 4 respondents (9.5%) in the non-hypertensive group developed CHF. Statistical analysis demonstrated a significant association between hypertension and CHF, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). The Odds Ratio value of 12.667 indicated that hypertensive patients had a 12.6-fold higher risk of developing Congestive Heart Failure compared to non-hypertensive individuals. In conclusion, there is a strong and significant relationship between hypertension and the incidence of Congestive Heart Failure at RSUD dr. Slamet Garut. Blood pressure control and early detection of hypertension are essential strategies to prevent cardiovascular complications and reduce the incidence of heart failure. Abstrak. Gagal Jantung Kongestif (GJK) merupakan masalah kesehatan global dengan tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi serta menjadi beban besar bagi sistem pelayanan kesehatan. Hipertensi diketahui sebagai faktor risiko utama yang berperan dalam terjadinya perubahan struktural dan fungsional jantung hingga berkembang menjadi gagal jantung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian Gagal Jantung Kongestif di RSUD dr. Slamet Garut tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik. Sampel penelitian terdiri dari 84 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data diperoleh dari rekam medis pasien dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Odds Ratio untuk menilai besar risiko kejadian GJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 responden dengan riwayat hipertensi, sebanyak 38 orang atau 90,5 persen mengalami Gagal Jantung Kongestif. Sebaliknya, pada kelompok tanpa riwayat hipertensi, hanya 4 responden atau 9,5 persen yang mengalami GJK. Analisis statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,000 dengan p kurang dari 0,05. Nilai Odds Ratio sebesar 12,667 menunjukkan bahwa pasien hipertensi memiliki risiko 12,6 kali lebih besar mengalami Gagal Jantung Kongestif dibandingkan individu tanpa hipertensi. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara riwayat hipertensi dengan kejadian Gagal Jantung Kongestif. Pengendalian tekanan darah dan deteksi dini hipertensi penting untuk mencegah komplikasi kardiovaskular.