Shelby Aquilina Azzahra
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Intensitas Cahaya Setempat di Ruang Pembelajaran dengan Keluhan Kelelahan Mata Shelby Aquilina Azzahra; Budiman; Ninuk Permata Sari
Bandung Conference Series: Medical Science 1275-1282
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22555

Abstract

Abstract. Inadequate light intensity in study rooms is an environmental factor that can trigger asthenopia or eye fatigue, which affects student health. This study aims to determine the relationship between light intensity in the 5th floor learning room and complaints of eye fatigue among 4th-year students at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University in 2025. The research method used was an analytical observational study with a cross-sectional design involving 60 fourth-year students at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University, selected using simple random sampling and purposive sampling techniques for sampling the fifth-floor study rooms at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University. Light intensity was measured using a digital lux meter based on the SNI 6197:2020 standard, while eye fatigue complaints were assessed using the Visual Fatigue Index (VFI) questionnaire. The results showed that all learning rooms (100%) had light intensity below the SNI 6197:2020 standard. A total of 63% of respondents experienced eye fatigue, with the dominant symptoms being drowsiness, itchy eyes, and headaches. Statistical analysis could not be performed because all learning rooms were categorized as not meeting the standard, so there was no data variation. The conclusion of this study shows that the high prevalence of eye fatigue complaints among students occurs in conjunction with substandard room lighting conditions. Therefore, an evaluation and improvement of the lighting system in the campus environment is needed to support visual comfort, maintain student eye health, and support a more optimal learning process. Abstrak. Intensitas cahaya yang tidak memadai di ruang belajar merupakan faktor lingkungan yang dapat memicu astenopia atau kelelahan mata, yang berdampak pada kesehatan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas cahaya di ruang pembelajaran lantai 5 dengan keluhan kelelahan mata pada mahasiswa tingkat 4 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap 60 mahasiswa tingkat 4 FK Unisba yang dipilih dengan metode acak sederhana (simple random sampling) dan teknik purposive sampling untuk pengambilan sampel ruang pembelajaran lantai 5 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Intensitas cahaya diukur menggunakan lux meter digital berdasarkan standar SNI 6197:2020, sedangkan keluhan kelelahan mata dinilai menggunakan kuesioner Visual Fatigue Index (VFI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh ruang pembelajaran (100%) memiliki intensitas cahaya di bawah standar SNI 6197:2020. Sebanyak 63% responden mengalami kelelahan mata, dengan gejala dominan berupa mengantuk, mata gatal, dan sakit kepala. Analisis hubungan secara statistik tidak dapat dilakukan karena seluruh ruang pembelajaran berada pada kategori tidak memenuhi standar sehingga tidak terdapat variasi data. Simpulan penelitian ini menunjukkan prevalensi keluhan kelelahan mata yang tinggi pada mahasiswa ditemukan terjadi bersamaan dengan kondisi pencahayaan ruangan yang tidak memenuhi standar. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan perbaikan sistem pencahayaan di lingkungan kampus untuk mendukung kenyamanan visual, menjaga Kesehatan mata mahasiswa, serta menunjang proses pembelajaran lebih optimal.