Nurhaliza Mulyaasri Prawira
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Fungsi Kognitif pada Pasien Stroke Iskemik berdasarkan MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina Nurhaliza Mulyaasri Prawira; Alya Tursina; Mochammad Faisal Afif Mochyadin
Bandung Conference Series: Medical Science 1309-1318
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22597

Abstract

Abstract. Ischemic stroke is one of the leading causes of cognitive impairment, significantly affecting patients’ quality of life and functional independence. Cognitive assessment after stroke is commonly performed using the Indonesian version of the Montreal Cognitive Assessment (MoCA-Ina); however, this instrument does not fully consider patients’ cultural and religious contexts. The Indonesian version of the Muslim Value Cognitive Assessment (MuVaCA-Ina) was developed as a cognitive assessment tool based on Islamic worship-related activities, providing a more contextual approach for Muslim populations. This study aimed to compare cognitive function assessment results in patients with ischemic stroke based on MoCA-Ina and MuVaCA-Ina. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach involving patients with ischemic stroke treated at RSAU dr. Salamun Bandung in 2025 who met the inclusion and exclusion criteria. Cognitive function was assessed using both MoCA-Ina and MuVaCA-Ina in the same subjects. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses to describe the distribution of cognitive function and to compare the results of both instruments. The results showed that the majority of patients with ischemic stroke experienced cognitive impairment based on both MoCA-Ina and MuVaCA-Ina. Differences in the proportion of cognitive function classification were observed between the two instruments, with MuVaCA-Ina providing a more contextual assessment of meaningful worship-related activities. It can be concluded that both MoCA-Ina and MuVaCA-Ina are effective in detecting cognitive impairment in patients with ischemic stroke, with MuVaCA-Ina offering additional cultural and Islamic spirituality. Abstrak. Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama gangguan fungsi kognitif yang berdampak signifikan terhadap kualitas hidup dan kemandirian pasien. Penilaian fungsi kognitif pascastroke umumnya menggunakan Montreal Cognitive Assessment versi Indonesia (MoCA-Ina), namun instrumen ini belum sepenuhnya mempertimbangkan konteks budaya dan religius pasien. Muslim Value Cognitive Assessment versi Indonesia (MuVaCA-Ina) dikembangkan sebagai instrumen penilaian fungsi kognitif berbasis aktivitas ibadah Islam yang lebih kontekstual bagi populasi Muslim. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil penilaian fungsi kognitif pada pasien stroke iskemik berdasarkan MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang pada pasien stroke iskemik di RSAU dr. Salamun Bandung tahun 2025 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penilaian fungsi kognitif dilakukan menggunakan MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina pada subjek yang sama. Data dianalisis secara univariat dan bivariat untuk menggambarkan distribusi serta perbandingan hasil penilaian fungsi kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien stroke iskemik mengalami gangguan fungsi kognitif berdasarkan kedua instrumen. Terdapat perbedaan proporsi klasifikasi fungsi kognitif antara MoCA-Ina dan MuVaCA-Ina, di mana MuVaCA-Ina memberikan gambaran yang lebih kontekstual terhadap aktivitas bermakna berbasis ibadah. Disimpulkan bahwa kedua instrumen mampu mendeteksi gangguan fungsi kognitif pada pasien stroke iskemik, dengan MuVaCA-Ina memberikan nilai tambah dari aspek kultural dan spiritual Islam.