Anita Indriyanti
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Emulgel Topikal dan Minyak Oral Ikan Gabus Dalam Penyembuhan Luka Ari Andrian; Anita Indriyanti; Mia Yasmina Andarini
Bandung Conference Series: Medical Science 1393-1400
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22661

Abstract

Abstract. Wound healing is a complex biological process that occurs through several phases, including hemostasis, inflammation, proliferation, and remodeling. Various wound therapies have been developed; however, they still face limitations related to relatively high costs and potential side effects. Snakehead fish (Channa striata) is known to contain albumin, essential amino acids, and omega-3 and omega-6 fatty acids, which play important roles in tissue regeneration and acceleration of wound healing. This study aimed to compare the effectiveness of Channa striata extract administered topically in the form of an emulgel and orally in the form of oil on wound size reduction and healing time in mice. This study was an in vivo experimental laboratory study using a completely randomized design. A total of 28 male Swiss Webster mice were divided into four groups: negative control, positive control (povidone iodine and maltodextrin), oral treatment group receiving snakehead fish extract oil at a dose of 1 g/kg body weight, and topical treatment group receiving Channa striata emulgel. Incisional wounds were created on the dorsal area of the mice, and wound size was measured daily for 14 days. Data were analyzed using a one-way ANOVA test. The results showed a significant difference among treatment groups (p < 0.05). Topical administration of Channa striata emulgel resulted in faster wound size reduction and shorter healing time compared to oral administration. Abstrak. Penyembuhan luka merupakan proses biologis yang kompleks dan berlangsung melalui beberapa fase, yaitu hemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling. Berbagai terapi luka telah dikembangkan, namun masih menghadapi kendala berupa biaya yang relatif tinggi serta potensi efek samping. Ikan gabus (Channa striata) diketahui mengandung albumin, asam amino esensial, serta asam lemak omega-3 dan omega-6 yang berperan dalam regenerasi jaringan dan percepatan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas ekstrak ikan gabus yang diberikan secara topikal dalam bentuk emulgel dan secara per oral dalam bentuk minyak terhadap penurunan ukuran luka dan waktu penyembuhan pada mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium in vivo dengan rancangan acak lengkap. Sebanyak 28 ekor mencit jantan galur Swiss Webster dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif (povidone iodine dan maltodekstrin), kelompok perlakuan per oral dengan minyak ekstrak ikan gabus dosis 1 g/kgBB, serta kelompok perlakuan topikal menggunakan emulgel ekstrak ikan gabus. Luka sayatan dibuat pada punggung mencit dan pengukuran ukuran luka dilakukan setiap hari selama 14 hari. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Emulgel ekstrak ikan gabus memberikan penurunan ukuran luka dan waktu penyembuhan yang lebih cepat dibandingkan pemberian per oral.