Jason Maxwell
Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh Dan Aktivitas Fisik Dengan Kebugaran Jasmani Karyawan Di Universitas Islam Bandung Jason Maxwell; Ike Rahmawaty Alie; Widayanti
Bandung Conference Series: Medical Science 1477-1484
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.23174

Abstract

Abstract. Physical fitness is a key indicator of a person’s health. Ideal BMI and regular physical activity are major factors influencing fitness. Optimal fitness allows employees to work effectively, resist disease, stay motivated, and handle challenges both on campus and in society. This study analyzes the relationship between BMI, physical activity, and physical fitness of employees at the Islamic University of Bandung. Using a cross-sectional design, 49 respondents were recruited via snowball sampling. BMI was measured through height and weight, physical activity was assessed with the International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), and physical fitness was evaluated using the Harvard Step Test (HST). Spearman’s test analyzed the relationships between variables. Results indicated a significant relationship between BMI and physical fitness (p < 0.01), with employees of normal BMI showing better fitness than overweight or obese individuals. Physical activity also had a significant association with fitness (p < 0.01). These findings highlight that both maintaining a healthy BMI and engaging in adequate physical activity are important for enhancing the physical fitness of employees at the Islamic University of Bandung. Abstrak. Kebugaran jasmani merupakan indikator penting kesehatan seseorang. Indeks massa tubuh (IMT) ideal dan aktivitas fisik yang teratur menjadi faktor utama yang memengaruhi kebugaran. Kebugaran optimal memungkinkan karyawan bekerja secara efektif, meningkatkan daya tahan terhadap penyakit, tetap termotivasi, dan menghadapi tantangan baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Penelitian ini menganalisis hubungan antara IMT, aktivitas fisik, dan kebugaran jasmani karyawan di Universitas Islam Bandung. Dengan desain penelitian cross-sectional, sebanyak 49 responden diperoleh melalui teknik snowball sampling. Data IMT dikumpulkan melalui pengukuran tinggi dan berat badan, aktivitas fisik dinilai menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ), dan kebugaran jasmani diukur dengan Harvard Step Test (HST). Analisis data menggunakan uji Spearman untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara IMT dan kebugaran jasmani (p < 0,01). Karyawan dengan IMT normal memiliki kebugaran lebih baik dibandingkan dengan karyawan yang overweight atau obesitas. Aktivitas fisik juga memiliki hubungan signifikan dengan kebugaran jasmani (p < 0,01). Temuan ini menekankan bahwa menjaga IMT normal dan melakukan aktivitas fisik yang optimal penting untuk meningkatkan kebugaran jasmani karyawan di Universitas Islam Bandung.