Kristop
Universitas Ibnu Chaldun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

INTEGRASI KOMUNIKASI INTERPERSONAL, KONSELING ISLAM, DAN DAKWAH DALAM PENGUATAN RESILIENSI PSIKOLOGIS MASYARAKAT Faridah Faridah; Umi Fadilah; Retna Dwi Estuningtyas; Kristop
Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohani Vol 12 No 02 (2026): Oktober
Publisher : Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/mimbar.v12i02.4841

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi komunikasi interpersonal, konseling Islam, dan dakwah dalam penguatan resiliensi psikologis masyarakat serta merumuskan kerangka konseptual yang menghubungkan ketiga bidang tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research. Data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah mengenai resiliensi, komunikasi interpersonal, dukungan sosial, konseling berbasis nilai agama, spiritualitas Islam, dan kesehatan mental. Data dianalisis melalui seleksi sumber, pembacaan kritis, pengodean tematik, perbandingan konseptual, dan sintesis interpretatif. Hasil sintesis menunjukkan tiga dimensi yang saling melengkapi. Pertama, komunikasi interpersonal menyediakan ruang relasional melalui empati, mendengarkan aktif, validasi emosi, dan dukungan sosial. Kedua, konseling Islam memberikan kerangka pendampingan reflektif melalui pengenalan diri, muhasabah, kesabaran, ikhtiar, tawakal, dan pencarian makna hidup. Ketiga, dakwah berfungsi sebagai edukasi keagamaan, penguatan nilai, pembentukan solidaritas sosial, dan pengembangan lingkungan komunitas yang mendukung kesehatan mental. Integrasi ketiganya menghasilkan kerangka konseptual dakwah-konseling komunikatif yang menghubungkan dukungan interpersonal, penguatan spiritual, pemberdayaan sosial, dan rujukan profesional. Penelitian ini menawarkan kontribusi konseptual bagi pengembangan dakwah yang lebih empatik, responsif terhadap kerentanan psikologis, dan berorientasi pada penguatan resiliensi masyarakat.