Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Work-Life Balance dan Job Stress terhadap Turnover Intention Generasi Z Jakarta Elizabeth Monica Nainggolan; Iwan Asmadi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.14440

Abstract

Fenomena turnover intention pada karyawan Generasi Z menjadi tantangan krusial bagi organisasi di kota besar seperti Jakarta karena karakteristik generasi ini yang dinamis dan berorientasi pada kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work-life balance dan job stress secara parsial maupun simultan terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Jakarta. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode survei terhadap 100 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling, dengan ukuran sampel ditentukan menggunakan rumus Cochran pada tingkat kepercayaan 95% dan margin of error 10%. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda berbantuan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-life balance berpengaruh signifikan dan positif terhadap turnover intention (t hitung 3,431; sig 0,001), demikian pula job stress berpengaruh signifikan dan positif (t hitung 4,914; sig 0,000). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan F hitung 57,952 dan R Square 0,498, yang berarti 49,8% variasi turnover intention dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Job stress terbukti menjadi faktor paling dominan (Beta 0,450) dibandingkan work-life balance (Beta 0,314), sehingga strategi retensi karyawan Generasi Z perlu difokuskan pada pengelolaan tekanan kerja tanpa mengabaikan keseimbangan kehidupan-kerja karyawan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan sumber daya manusia yang mendukung keberlanjutan kerja, kenyamanan psikologis, dan loyalitas karyawan.