Perubahan konsentrasi pencemar sungai perlu ditelaah bersama debit agar pengenceran dapat dibedakan dari perubahan beban pencemar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kemampuan model adveksi–dispersi–reaksi satu dimensi pada keadaan tunak dalam menjelaskan distribusi biochemical oxygen demand (BOD) serta menelaah makna koreksi sumber pencemar. Analisis menggunakan data hidraulik dan konsentrasi BOD sekunder pada delapan titik pengamatan. Persamaan didiskritisasi menggunakan skema upwind untuk adveksi dan beda pusat untuk dispersi, dengan konsentrasi hulu dan hilir sebagai kondisi batas Dirichlet. Evaluasi dilakukan melalui penyesuaian parameter dispersi dan peluruhan, perbandingan simulasi dengan observasi, serta perhitungan apparent source term. Hasil menunjukkan bahwa variasi debit menyebabkan perubahan konsentrasi tidak selalu sejalan dengan perubahan beban pencemar. Penyesuaian parameter menurunkan akar rata-rata kuadrat kesalahan pada titik interior dari 6,209 menjadi 5,354 mg/L, tetapi model tanpa sumber eksternal belum mampu menjelaskan profil observasi secara memadai. Penambahan apparent source term memungkinkan rekonstruksi profil, namun kesesuaian tersebut merupakan konsekuensi aljabar karena koreksi diturunkan dari observasi yang sama. Dengan demikian, komponen tersebut menunjukkan kebutuhan koreksi neraca, bukan bukti sumber pencemar aktual. Model dapat digunakan sebagai kerangka diagnostik untuk menentukan prioritas pemeriksaan lapangan, sementara penerapannya untuk prediksi dan identifikasi sumber memerlukan pengukuran masukan lateral, pengujian sensitivitas numerik, dan validasi independen.