This Author published in this journals
All Journal Frontier Agribisnis
Aliya Almaida
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kearifan Lokal, Struktur Biaya, dan Kelayakan Usahatani Padi Varietas Lokal di Desa Guntung Papuyu Kecamatan Gambut Aliya Almaida; Yusuf Azis
Frontier Agribisnis Vol 10, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v10i3.18830

Abstract

Usahatani padi varietas lokal di Desa Guntung Papuyu, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, bersifat subsisten dan menghadapi tekanan alih fungsi lahan karena lokasinya dekat dengan pusat kota. Belum ada kajian yang menguraikan praktik budidaya berbasis kearifan lokal beserta struktur biaya dan kelayakan usahatani ini di desa tersebut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyelenggaraan usahatani padi varietas lokal, menganalisis struktur biayanya, serta menganalisis penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan kelayakannya. Penelitian dilaksanakan pada Oktober 2025 sampai Februari 2026 dengan metode survei terhadap 30 petani yang dipilih secara acak sederhana dari 229 petani. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif serta dengan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budidaya dilakukan melalui tahapan yang memakai istilah lokal, antara lain meneradak, meampak, melacak, melangai, mengatam, dan melabang. Rata-rata biaya eksplisit Rp10.985.100 per usahatani, didominasi sewa lahan (47,67%) dan tenaga kerja luar keluarga (38,93%), sedangkan biaya implisit Rp3.224.756, sehingga total biaya Rp14.209.856. Penerimaan rata-rata Rp21.187.167, pendapatan Rp10.202.067, dan keuntungan Rp6.977.311 per usahatani, dengan R/C ratio 1,49. Disimpulkan bahwa usahatani padi varietas lokal pada petani responden layak secara ekonomi, tetapi produktivitasnya (2,45 ton/ha) masih di bawah rata-rata Kalimantan Selatan (4,18 ton/ha), dan beban sewa lahan serta tenaga kerja masih tinggi.