Pemulihan setelah latihan intensitas tinggi merupakan bagian penting dalam menjaga kesiapan fisik dan mendukung proses adaptasi tubuh terhadap aktivitas olahraga. Sport massage merupakan salah satu metode pemulihan yang banyak digunakan dalam olahraga, tetapi hasil penelitian mengenai efektivitasnya terhadap berbagai indikator pemulihan masih menunjukkan temuan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sport massage sebagai intervensi pemulihan setelah latihan intensitas tinggi berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah dan menganalisis berbagai publikasi ilmiah yang membahas penggunaan sport massage setelah aktivitas fisik atau latihan intensitas tinggi. Literatur yang dikaji mencakup penelitian eksperimental, systematic review, dan meta-analysis yang membahas indikator delayed onset muscle soreness (DOMS), kelelahan, fleksibilitas, respons fisiologis, persepsi pemulihan, dan performa fisik. Hasil kajian menunjukkan bahwa manfaat sport massage lebih konsisten ditemukan pada penurunan DOMS atau nyeri otot, peningkatan fleksibilitas, serta perbaikan persepsi pemulihan. Sementara itu, pengaruh terhadap kelelahan, respons fisiologis, kekuatan, sprint, lompatan, daya tahan, dan performa fisik secara langsung masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten antarpenelitian. Perbedaan hasil tersebut dapat berkaitan dengan variasi teknik dan durasi massage, karakteristik subjek, jenis serta intensitas latihan, waktu pemberian massage, dan indikator pemulihan yang digunakan. Berdasarkan hasil kajian, sport massage dapat digunakan sebagai salah satu metode pendukung dalam proses pemulihan setelah latihan intensitas tinggi, terutama untuk membantu mengurangi keluhan nyeri otot dan mendukung persepsi pemulihan, tetapi tidak dapat dipandang sebagai metode yang secara langsung meningkatkan seluruh aspek performa fisik.