Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kasus Porensefali pada Seorang Anak Laki-Laki Berusia 12 Tahun Sinaga, Nurcahaya
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 2 No. 1 (2019): Sriwijaya Journal of Medicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.815 KB)

Abstract

Kista porensefali merupakan keadaan terdapatnya celah kavitas kistik pada otak atau lebih spesifik menunjukkan adanya area kistik fokal dari encephalomalasia yang berhubungan dengan ventrikel dan atau ruang subarachnoid. Manifestasi klinis dari kista porensefali sangatlah beragam, tergantung dari ukuran kista dan lokasi pada hemisfer otak. Bisa asimtomatik sampai pada sangat terganggu. Porensefali klinis harus dicurigai jika pasien menunjukkan hemiplegia spastik, makrosefali asimetris, transiluminasi tengkorak unilateral, atau terdapatnya supresi tegangan pada satu sisi pada EEG. Pada laporan kasus ini dilaporkan seorang anak laki-laki berusia 12 tahun dengan kista porensefali yang telah dilakukan drainase dan menunjukkan perbaikan klinis. Diagnosis porensefali dikonfirmasi dengan CT scan. Tatalaksana dan pathogenesis porensefali masih sedikit diketahui. Perlu penelitian dan evaluasi lanjut terhadap perkembangan kedepannya.
There is a Critical Relationship Between Discourse Delay and Cerebral Paralysis in Cerebral Palsy Child Patients at Haji Medan Hospital in 2023 Nugraha, Armand Surya; Sinaga, Nurcahaya
Buletin Farmatera Vol 10, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v10i3.24597

Abstract

Abstract: Speech delay in children can be a condition in which the child's expressive dialect development is inappropriate or underage. The frequency of speech delay in Indonesian children who do not attend school reaches 5–10%. Boys with speech disorders more than girls. The cause of speech delay can be hearing loss, cerebral palsy, low thinking ability, or autism. Cerebral palsy patients can experience wild movements and muscle spasms in the mouth. This will affect the child's speech development. This study aims to find out if there is a critical relationship between discourse delay and cerebral palsy in pediatric patients at Haji Medan Hospital in 2023. This research is an analytical descriptive research with a cross-sectional approach. The subjects of this study are cerebral palsy patients at Haji Medan Hospital, with an estimated total test of 132 people. Data analysis using Chi-square test. There is a significant relationship between speech delay and cerebral palsy in pediatric patients at Haji Medan Hospital. The results using Fisher's correct test showed a P value of less than 0.05, which supports the theory. There is a critical relationship between delay in discourse and cerebral palsy in pediatric patients at Haji Medan Hospital.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Medan Mutiara, Putri Sekar; Suryani, Des; Sinaga, Nurcahaya; Nasution, Yulia Afrina
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i4.24446

Abstract

Abstrak: Gizi merupakan bagian yang sangat penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan, yang erat kaitannya dengan kesehatan dan kecerdasan seorang anak. Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan, prevalensi masalah gizi di Indonesia balita kurang gizi sebanyak 17,7% yang terbagi atas gizi buruk 3,9% serta gizi kurang 13,8%. Sedangkan prevalensi masalah gizi di kota Medan yaitu gizi kurang sebanyak 4% dengan berat badan tidak seimbang dengan usia. Berbagai Faktor mungkin mempengaruhi kondisi gizi ini seperti faktor sosioekonomi, tingkat pengetahuan dan tingkat religiusitas orangtua, namun faktor manakah yang paling dominan yang menjadi penyebab gizi kurang perlu dipastikan agar dapat dilakukan upaya penyelesaian malsalah berdasarkan data. Penelitian ini bertujuan untuk Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Di Sekolah Dasar Muhammadiyah Kota Medan. Penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan study cross sectional ini dilakukan melalui survey kepada orangtua siswa–siswi di Sekolah Dasar Muhammadiyah 19 Kota Medan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghasilan orang tua memiliki nilai signifikan 0,575 0,05 artinya tidak terdapat hubungan penghasilan orang tua dengan status gizi anak, tingkat pengetahuan memiliki nilai p value = 0,000 0,05 artinya memiliki hubungaln dengan status gizi anak, dan tingkat religiusitas memiliki nilai signifikan sebesar 0,000 0,05 artinya memiliki hubungan dengan status gizi anak. Tidalk terdapat hubungan antara penghasilan orang tua dengan status gizi anak serta terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan religiusitas orang tua dengan status gizi anak di SD Muhammadiyah 19 Kota Medan.
Optimalisasi Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Kacung Khalida, Bella Nur; Nasution, Muhammad Edy Syahputra; Sinaga, Nurcahaya
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.474

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan di Desa Kacung. Stunting merupakan kondisi dimana gangguan pertumbuhan linier pada anak disebabkan oleh tidak terpenuhinya cakupan nutrisi yang terjadi secara kronis. Stunting dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan anak baik kognitif, motorik, dan verbal. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian berupa edukasi dan tanya jawab. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan menyatukan pemahaman masyarakat tentang faktor-faktor yang berkaitan dengan stunting. Kegiatan ini dilakukan di Desa Kacung pada bulan Agustus 2023. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan masyarakat tentang 1000 hari pertama kehidupan sebagai upaya pencegahan stunting berdasarkan nilai pretest dan posttest. Pada saat pretest rata-rata jawaban benar peserta empat dan pada posttest meningkat menjadi sembilan dari dua belas pertanyaan. Dengan adanya kegiatan edukasi ini, diharapkan tidak ada lagi pemahaman yang salah terkait faktor-faktor yang menyebabkan stunting. Sehingga bisa meningkatkan status gizi anak dan menurunkan angka stunting.