Faisya Putri
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Siswa Sekolah Dasar tentang Cita-Cita dan Perencanaan Masa Depan melalui Program Edukasi di SDN 1 Cimanuk : Penelitian Akmal Faza Ikhwana; Erlinda Putri; Muhammad Nazihan. M; Amanda Aulia Hanifah; Faisya Putri; Rasidah Novita Sari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i2.8135

Abstract

Kemampuan menyebutkan cita-cita dan menyusun rencana sederhana menuju masa depan merupakan kompetensi perkembangan yang mulai dibentuk sejak usia sekolah dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa kelas VI A dan VI B SDN 1 Cimanuk, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, mengenai ragam profesi, keterkaitan pendidikan dengan cita-cita, serta langkah sederhana dalam merencanakan masa depan. Kegiatan menggunakan desain satu kelompok pretest–posttest dengan pendekatan partisipatif melalui ceramah interaktif, permainan edukatif “Roda Cita-Cita”, kegiatan menggambar dan bercerita, serta penyusunan “Peta Impian”. Data dikumpulkan melalui kuesioner pemahaman terstruktur yang terdiri atas sepuluh butir serta observasi terhadap gambar, cerita, dan lembar kerja siswa. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan gain ternormalisasi (N-Gain). Rata-rata skor meningkat dari 43,0 pada pretest menjadi 81,8 pada posttest, dengan rata-rata N-Gain sebesar 0,68 yang termasuk kategori sedang. Peningkatan tertinggi terdapat pada kemampuan menyusun langkah sederhana menuju cita-cita dengan N-Gain sebesar 0,77. Hasil tersebut menunjukkan bahwa edukasi karier berbasis aktivitas dapat meningkatkan pemahaman jangka pendek siswa mengenai cita-cita dan perencanaan masa depan. Namun, karena desain kegiatan tidak menggunakan kelompok pembanding dan tidak melakukan pengukuran tindak lanjut, hasil tersebut lebih tepat dipahami sebagai peningkatan setelah program, bukan sebagai bukti kausalitas efektivitas program