Halusinasi merupakan gejala yang sering dialami oleh pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia, yang dapat memengaruhi kondisi psikologis, hubungan ocus, dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengalaman pasien, keluarga dan perawat yang mengalami halusinasi serta strategi penanganannya berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 20 artikel jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2019–2026. Proses seleksi artikel mengacu pada kerangka PRISMA 2020, sedangkan data dianalisis menggunakan sintesis tematik dan pemetaan bibliometrik melalui VOSviewer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengalaman pasien meliputi halusinasi pendengaran, gangguan persepsi terhadap realitas, kecemasan, ketakutan, serta kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan mempertahankan hubungan ocus. Strategi penanganan yang dilaporkan mencakup terapi okupasi, terapi psikoreligi, teknik menghardik, thought stopping, komunikasi terapeutik, dan manajemen halusinasi. Sejumlah penelitian melaporkan hasil yang menjanjikan dalam membantu pasien mengendalikan gejala, meskipun kekuatan bukti masih perlu ditafsirkan secara hati-hati karena sebagian besar penelitian menggunakan desain kualitatif dan studi kasus. Kajian ini juga mengidentifikasi beban emosional dan ocus yang dialami keluarga serta pentingnya keterlibatan perawat dalam proses perawatan. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi perawat jiwa dalam menyusun asuhan keperawatan yang berpusat pada pasien, memilih intervensi sesuai kebutuhan individu, serta melibatkan keluarga melalui edukasi dan dukungan berkelanjutan. Dengan demikian, penanganan halusinasi perlu mempertimbangkan aspek psikologis, ocus, dan spiritual pasien serta memperhatikan konteks klinis dan respons individu terhadap intervensi.