Nancy Swanida Henriette Malonda
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian wasting pada balita usia 6-12 bulan Regina Hanna Manangkot; Yulianty Sanggelorang; Nancy Swanida Henriette Malonda
Hik Vol. 19 No. 7 (2025): Volume 19 Nomor 7
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i7.1274

Abstract

Background: Introduction: Wasting is a condition characterized by rapid weight loss or inability to gain weight, often reflecting acute malnutrition. Purpose: To identify and analyze the relationship between exclusive breastfeeding and wasting in toddlers aged 6 to 12 months. Method: This quantitative study used an observational analytical design and a cross-sectional approach. The population consisted of 90 toddlers aged 6-12 months living in Warembungan, Pineleng Satu, Pineleng Satu Timur, Pineleng Dua, and Pineleng Dua Indah villages. The sampling technique used total sampling. Data were collected using a questionnaire that explored exclusive breastfeeding history and anthropometric measurements to determine wasting status based on weight-for-height (BW/H) indicators according to WHO standards. Results: A total of 52.2% of toddlers were not exclusively breastfed, and 4.4% were wasted. Statistical tesing using the Fisher's Exact test showed a p-value of 0.3455 (p > 0.05), indicating no significant relationship between exclusive breastfeeding and wasting. Conclusion: Although exclusive breastfeeding did not significantly impact wasting in this population, other factors may play a significant role. These factors may include socioeconomic status, access to health services, and complementary feeding practices. Suggestion: Mothers with toddlers should participate more actively in routine Posyandu (integrated health posts) activities to monitor their children's nutritional status and consult with health workers if they experience breastfeeding difficulties.   Keywords: Exclusive Breastfeeding; Toddlers; Wasting.   Pendahuluan: Wasting adalah kondisi yang ditandai dengan penurunan berat badan yang cepat atau ketidakmampuan untuk menambah berat badan, yang sering kali mencerminkan malnutrisi akut. Tujuan: Untuk mengidentifikasi dan menganalisis hubungan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian wasting pada balita usia 6 hingga 12 bulan. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 90 balita berusia 6-12 bulan yang berdomisili di desa Warembungan, Pineleng Satu, Pineleng Satu Timur, Pineleng Dua, dan Pineleng Dua Indah. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang menggali riwayat pemberian ASI eksklusif dan pengukuran antropometri untuk menentukan status wasting berdasarkan indikator berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) sesuai standar WHO. Hasil: Sebanyak 52.2% balita tidak menerima ASI eksklusif dan 4.4% balita mengalami wasting. Uji statistik menggunakan uji Fisher’s Exact menunjukkan nilai p = 0.3455 (p > 0.05), mengindikasikan tidak adanya hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dan kejadian wasting. Simpulan: Meskipun pemberian ASI eksklusif tidak memiliki dampak signifikan terhadap kejadian wasting pada populasi ini, faktor lain mungkin memainkan peran yang penting. Faktor-faktor tersebut dapat mencakup status sosial ekonomi, akses terhadap layanan kesehatan, dan praktik pemberian makanan pendamping. Saran: Bagi ibu yang memiliki balita untuk lebih aktif berpartisipasi kegiatan posyandu secara rutin agar dapat memantau perkembangan status gizi anak serta berkonsultasi kepada tenaga kesehatan jika mengalami kendala dalam menyusui.   Kata Kunci: ASI Eksklusif; Balita; Wasting.
Hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan Christalia Renata Keren Telew; Nancy Swanida Henriette Malonda; Ester Candrawati Musa
Hik Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1281

Abstract

Background: Nutritional problems such as underweight, stunting, wasting, and overweight are caused by a lack of exclusive breastfeeding. Breastfeeding during the first six months of life provides a source of energy and offers numerous benefits. Furthermore, breastfeeding can prevent nutritional problems in toddlers. Purpose: To determine the relationship between a history of exclusive breastfeeding and the nutritional status of toddlers aged 6-23 months. Method: This quantitative, observational, and analytical cross-sectional study was conducted from March to July 2025. The study population was toddlers aged 6-23 months living in Tounelet Village, Kaweng Village, and Paslaten Village. The sampling technique used was total sampling. The instruments used in this study were questionnaires and anthropometric measuring instruments. Data analysis used the chi-square statistical test with a significance level of p<0.05. Results: In this study, the majority of toddlers (53) were not exclusively breastfed and had normal nutritional status, as measured by weight/age (91.6%), height/age (88.4%), and weight/length (80.0%). Fisher's exact test yielded a p-value >0.05, indicating no significant association between a history of exclusive breastfeeding and the nutritional status of toddlers aged 6-23 months based on the weight/age, height/age, and weight/length indices. Conclusion: No significant association was found between a history of exclusive breastfeeding and nutritional status based on three indicators: weight/age, height/age, and weight/length in toddlers aged 6-23 months. However, mothers with toddlers should exclusively breastfeed for the first 6 months of life and regularly attend integrated health post.   Keywords: History of Exclusive Breastfeeding; Nutritional Status; Toddlers.   Pendahuluan: Masalah gizi yang terjadi seperti underweight, stunting, wasting, dan overweight salah satu penyebab terjadinya masalah gizi tersebut adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif. Pemberian ASI selama 6 bulan kehidupan pertama merupakan sumber energi dan memiliki banyak manfaat. Selain itu, yang terpenting dapat mencegah terjadinya masalah gizi kepada balita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan. Metode: Penelitian kuantitatif yang bersifat obsevasional analitik dengan desain penelitian cross sectional study di laksanakan pada bulan Maret-Juli 2025. Populasi pada penelitian ini yaitu balita yang berdomisili di desa Tounelet, desa Kaweng dan desa Paslaten berusia 6-23 bulan, dengan teknik pengambilan sampel berupa total sampling. Instrumen yang digunakan pada pada penelitian ini berupa kuesioner alat pengukuran antropometri. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji statistik chi square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Hasil: Pada penelitian ini, sebagian besar balita tidak diberikan ASI secara eksklusif sebanyak 53 balita (55.8%), memiliki status gizi normal yang dilihat berdasarkan indikator/indeks BB/U (91.6%), PB/U (88.4%), dan BB/PB (80.0%). Hasil dari alternatif uji fisher’s exact test diperoleh nilai p >0.05, maka dinyatakan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi balita 6-23 bulan berdasarkan indeks BB/U, PB/U, dan BB/PB. Simpulan: Tidak ditemukan adanya hubungan yang signifikan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan status gizi berdasarkan 3 indikator, yaitu BB/U, PB/U, dan BB/PB pada balita dengan kelompok 6-23 bulan. Meskipun begitu ibu yang memiliki balita seharusnya dapat memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan secara rutin mengikuti kegiatan posyandu.   Kata Kunci: Balita; Riwayat Pemberian ASI Eksklusif; Status Gizi.