Jafar Arifin
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat inap di rumah sakit: Sebuah tinjauan sistematis Fildzah Hashifah Taufiq; Rahmi Fitri; Ayu Prameswari; Putri Inrian Tari; Jafar Arifin
Hik Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1627

Abstract

Background: High patient satisfaction is crucial for healthcare institutions, with national standards in Indonesia targeting greater than 95% satisfaction in healthcare services, underscoring its importance for quality assurance. Purpose: To examine patient satisfaction with inpatient healthcare services in hospitals. Method: This literature review combined quantitative and qualitative methodologies, focusing on various determinants of satisfaction, such as service quality, communication effectiveness, healthcare professional competence, and infrastructure. Twelve studies were included, with sample sizes ranging from 39 to 476 participants. Results: Findings indicate that patient satisfaction is significantly influenced by dimensions of service quality, including tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Empathy emerged as the most dominant factor across all studies, underscoring the importance of personalized and attentive service. Variations in satisfaction levels were observed based on factors such as hospital type, insurance status, and demographic characteristics. Conclusion: Infrastructure quality has a variable impact, with some environments showing a significant correlation with satisfaction, while others did not.   Keywords: Inpatient Healthcare; Hospital; Patient Satisfaction; Service Quality.   Pendahuluan: Kepuasan pasien yang tinggi sangat penting bagi institusi pelayanan kesehatan, dengan standar nasional di Indonesia yang menargetkan kepuasan lebih dari 95% dalam layanan kesehatan, yang menggarisbawahi pentingnya hal ini untuk jaminan mutu. Tujuan: Untuk mengkaji kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan rawat inap di rumah sakit. Metode: Penelitian kajian psutaka ini menggabungkan metodologi kuantitatif dan kualitatif, dengan fokus pada berbagai determinan kepuasan, seperti kualitas layanan, efektivitas komunikasi, kompetensi tenaga kesehatan, serta infrastruktur. Sebanyak 12 studi disertakan dengan jumlah sampel berkisar antara 39 hingga 476 peserta. Hasil:Temuan menunjukkan bahwa kepuasan pasien sangat dipengaruhi oleh dimensi kualitas layanan, termasuk bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Empati muncul sebagai faktor yang paling dominan di seluruh studi, menegaskan pentingnya pelayanan yang personal dan penuh kepedulian. Variasi tingkat kepuasan diamati berdasarkan faktor-faktor seperti jenis rumah sakit, status asuransi, dan karakteristik demografis. Simpulan: Kualitas infrastruktur memiliki dampak yang bervariasi beberapa lingkungan menunjukkan korelasi signifikan dengan kepuasan, sementara yang lain tidak.   Kata Kunci: Kepuasan Pasien; Kualitas Layanan; Pelayanan Kesehatan Rawat Inap; Rumah Sakit.
Peran status gizi, konsumsi tablet tambah darah, dan siklus menstruasi terhadap kejadian anemia remaja putri Adelina Irmayani Lubis; Fildzah Hashifah Taufiq; Jafar Arifin; Dina Supriyati; Elsa Bargifa Tampubolon; Miftahul Zannah
Hik Vol. 19 No. 11 (2026): Volume 19 Nomor 11
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i11.2012

Abstract

Background: Anemia is a health problem that significantly impacts adolescent girls. Adolescent girls are particularly vulnerable to anemia due to their rapid growth, requiring optimal nutritional intake. Islamic boarding schools (pesantren) serve not only as places of learning but also as residences for female students, posing challenges in maintaining their nutritional status and health. Common causes of anemia include nutritional status, iron supplement tablet consumption, and menstrual cycles. Purpose: To analyze the role of nutritional status, consumption of iron tablets, and menstrual cycle on the incidence of anemia in adolescent girls. Method: This quantitative study, using a cross-sectional design, was conducted in November 2025 at the Raudhatul Ulum Islamic Boarding School in Ogan Ilir Regency. A sample of 75 female students was selected using purposive sampling. Data were obtained through hemoglobin (Hb) examinations, weight and height measurements, and questionnaire interviews regarding iron supplement tablet consumption and menstrual cycles. The chi-square test was used for analysis. Results: This study found that 8.0% of participants had anemia. The chi-square test results showed a relationship between nutritional status (p-value = 0.049) and menstrual cycle (p-value = 0.017) with the incidence of anemia. Meanwhile, there was no relationship between iron supplement tablet consumption and anemia (p-value = 0.626). Conclusion: Nutritional status and menstrual cycle were significantly associated with the incidence of anemia, but iron supplement tablet consumption was not. Therefore, it is important to improve education about nutrition and reproductive health by involving peers, teachers, dormitory heads, and families. Suggestion: Islamic boarding schools can improve education about nutrition and reproductive health through outreach programs involving teachers, families, and dormitory heads. Improving compliance with iron supplement consumption is also necessary by establishing a policy of weekly joint iron supplement consumption.   Keywords: Anemia; Iron Supplement Tablets; Menstrual Cycle; Nutritional Status.   Pendahuluan: Anemia menjadi masalah kesehatan yang memiliki dampak besar pada remaja putri. Kelompok remaja putri merupakan kelompok rentan anemia karena sedang masa pertumbuhan pesat yang membutuhkan asupan gizi optimal. Pesantren tidak hanya sebagai tempat belajar tetapi juga sebagai tempat bermukin bagi santriwati memiliki tantangan agar dapat menjaga status gizi dan kesehatan santriwati. Faktor penyebab anemia yang sering terjadi adalah status gizi, konsumsi tablet tambah darah dan siklus menstruasi. Tujuan: Untuk menganalisis peran status gizi, konsumsi tablet tambah darah, dan siklus menstruasi terhadap kejadian anemia remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan cross sectional, dilakukan pada bulan November 2025 di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum di Kabupaten Ogan Ilir dengan jumlah sampel 75 santriwati. Sampel dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh dengan melakukan pemeriksaan Hb, pengukuran berat badan dan tinggi badan, serta wawancara menggunakan kuesioner tentang konsumsi tablet tambah darah dan siklus menstruasi. Analisis yang digunakan adalah uji chi-square. Hasil: Temuan pada penelitian ini adalah sebanyak 8.0% partisipan mengalami anemia. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat hubungan status gizi (p-value = 0.049) dan siklus menstruasi (p-value = 0.017) dengan kejadian anemia. Sementara itu, tidak terdapat hubungan konsumsi tablet tambah darah dengan kejadian anemia (p-value = 0.626). Simpulan: Status gizi dan siklus menstruasi memiliki hubungan signifikan dengan kejadian anemia, namun konsumsi tablet tambah darah tidak berkorelasi. Oleh karena itu, pentingnya melakukan peningkatan edukasi tentang gizi dan kesehatan reproduksi dengan melibatkan teman sebaya, guru, kepala asrama, dan keluarga. Saran: Pihak pesantren dapat meningkatkan edukasi tentang gizi dan kesehatan reproduksi dengan penyuluhan melibatkan guru, keluarga, dan kepala asrama. Peningkatan kepatuhan konsumsi TTD juga diperlukan dengan membuat kebijakan minum TTD bersama setiap pekan.   Kata Kunci: Anemia; Status Gizi; Tablet tambah darah; Siklus Menstruasi.