Film merupakan salah satu media komunikasi massa yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media penyampaian pesan moral, sosial, dan budaya melalui berbagai tanda dan simbol yang dibangun dalam narasi sinematik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya representasi loyalitas dan balas dendam dalam film John Wick 1 yang ditampilkan melalui hubungan emosional antara John Wick dengan mendiang istrinya, Helen, serta perubahan sikap John setelah kehilangan simbol loyalitas dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi loyalitas dan balas dendam dalam film John Wick 1 menggunakan teori semiotika Roland Barthes yang meliputi denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap adegan-adegan terpilih dalam film John Wick 1, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa loyalitas dalam film direpresentasikan sebagai bentuk kesetiaan emosional, cinta, dan komitmen yang tetap bertahan meskipun kematian telah memisahkan hubungan antara John Wick dan Helen. Sementara itu, balas dendam direpresentasikan sebagai respons emosional dan moral atas penghancuran simbol loyalitas, harga diri, dan identitas. Pada tingkat mitos, film John Wick 1 membangun pemahaman bahwa loyalitas merupakan nilai sakral yang mampu membentuk identitas manusia, sedangkan balas dendam direpresentasikan sebagai bentuk upaya memulihkan kehormatan dan makna hidup setelah mengalami kehilangan mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film John Wick 1 tidak hanya menampilkan aksi kekerasan sebagai hiburan visual, tetapi juga membangun makna budaya mengenai loyalitas, kehilangan, kehormatan, dan balas dendam melalui sistem tanda sinematiknya.