Andy Sunaryo
Universitas Islam Sultan Agung Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Self-Efficacy dan Motivasi Kerja dengan Tingkat Stres Kerja Perawat di IGD Andy Sunaryo; Dwi Retno Sulistyaningsih; Ahmad Ikhlasul Amal
Jurnal Lintas Keperawatan Vol. 7 No. 2 (2026): OKTOBER 2026
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jlk.v7i2.16180

Abstract

Latar belakang : Perawat yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi beban kerja yang tinggi, perubahan kondisi pasien secara cepat, keterbatasan waktu respons, serta tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien. Situasi tersebut dapat meningkatkan risiko stres kerja. Self-efficacy dan motivasi kerja merupakan faktor psikologis yang dapat memengaruhi kemampuan perawat dalam menghadapi tekanan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara self-efficacy dan motivasi kerja dengan tingkat stres kerja perawat di IGD RSUP Dr. Kariadi Semarang. Metode : Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah populasi 88 dan sampel 83 perawat. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Juni sampai Juli 2026 menggunakan Instrumen The New Job Stress Scale, General Self-Efficacy Scale, dan Motivation at Work Scale. Analisa bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil : Sebagian besar responden memiliki self-efficacy sedang, yaitu 46 orang (55,4%), motivasi kerja tinggi sebanyak 71 orang (85,5%), dan stres kerja sedang sebanyak 63 orang (75,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara self-efficacy dengan stres kerja dengan nilai p = 0,001 dan r = -0,369. Terdapat pula hubungan signifikan antara motivasi kerja dengan stres kerja dengan nilai p = 0,036 dan r = -0,0231. Kesimpulan : Self-efficacy dan motivasi kerja memiliki hubungan negatif dengan tingkat stres kerja perawat di IGD. Penguatan keyakinan diri, peningkatan motivasi, dukungan organisasi, serta pelaksanaan program manajemen stres diperlukan untuk membantu perawat menghadapi tuntutan kerja di IGD. Kata kunci: self-efficacy; motivasi kerja; stres kerja; perawat IGD