Ziya Ibrizah
Mulawarman University

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transforming Organic Waste into Economically Valuable Products through Community Empowerment Based on Maggot Cultivation Apdila Safitri; Karenina Dwi Yulianti; Ziya Ibrizah; Ahmad Hidayah; Muhammad Rifani Akbar; Nadia Raihana
Plakat : Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): Plakat: Jurnal Pelayanan Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/plakat.v8i2.29909

Abstract

Tourism activities in Desa Budaya Pampang, Samarinda, have increased the volume of organic waste to 1.5–2 tons per month, with more than 60% of it left unmanaged and largely burned or landfilled. This community service program aimed to transform organic waste into economically valuable products by strengthening three interrelated partner capacities, namely production, business management, and marketing, integrated within a single Black Soldier Fly (BSF) maggot bioconversion process. The approach applied was educative, participatory, and applicative, involving 16 members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) of Desa Budaya Pampang through nine field visits organized into four phases over eight months. Data were collected through pre-tests and post-tests, practice observation, documentation, and focus group discussions, then analyzed descriptively using quantitative and qualitative approaches. The results showed a substantial increase in participants’ understanding across all three aspects: the proportion of participants who understood to strongly understood production practices rose from 0.6% to 100%, marketing from 0% to 99.4%, and business management from 0% to 90.6%. In practice, partners successfully implemented the organic waste processing workflow into maggot feed, cultivated BSF larvae, and produced dried maggot and compost that began to be packaged with a distinct brand identity and marketed. This program confirms that transforming waste into economic value requires not only bioconversion technology but also the integration of stronger business institutions and market access, while supporting the sustainability of Desa Budaya Pampang as an eco-cultural tourism destination. Aktivitas ekowisata di Desa Budaya Pampang, Samarinda, meningkatkan volume sampah organik hingga 1,5–2 ton per bulan, sementara lebih dari 60% di antaranya belum dikelola secara produktif dan sebagian besar masih dibakar atau ditimbun. Program pengabdian ini bertujuan mentransformasikan sampah organik tersebut menjadi produk bernilai ekonomi melalui penguatan tiga kapasitas mitra secara terintegrasi, yaitu produksi, manajemen usaha, dan pemasaran, yang dirangkai dalam satu proses biokonversi berbasis budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Pendekatan yang digunakan bersifat edukatif, partisipatif, dan aplikatif, melibatkan 16 anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Budaya Pampang melalui sembilan kali kunjungan lapangan yang tersusun dalam empat fase kegiatan selama delapan bulan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi praktik, dokumentasi, serta diskusi kelompok terarah, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang besar pada ketiga aspek: proporsi peserta yang memahami hingga sangat memahami aspek produksi naik dari 0,6% menjadi 100%, aspek pemasaran dari 0% menjadi 99,4%, dan aspek manajemen usaha dari 0% menjadi 90,6%. Secara praktik, mitra berhasil menerapkan alur pengolahan sampah organik menjadi media pakan, membudidayakan maggot BSF, serta menghasilkan produk maggot kering dan pupuk kompos yang mulai dikemas dengan identitas visual dan dipasarkan. Program ini menegaskan bahwa transformasi sampah menjadi nilai ekonomi tidak cukup ditopang oleh teknologi biokonversi semata, melainkan membutuhkan integrasi dengan penguatan kelembagaan usaha dan akses pasar, sekaligus turut mendukung keberlanjutan Desa Budaya Pampang sebagai destinasi eco-cultural tourism.