Tujuan – Penelitian ini bertujuan mengembangkan karakter berbasis kebutuhan audiens untuk komik strip Instagram “Anti Mager” sebagai media edukasi gaya hidup aktif bagi mahasiswa berusia 18–24 tahun. Desain/metodologi/pendekatan – Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif yang didukung analisis persentase sederhana serta mengikuti lima tahap berpikir desain, yaitu empati, pendefinisian masalah, pengembangan gagasan, pembuatan prototipe, dan pengujian. Data dihimpun melalui kuesioner awal terhadap 48 mahasiswa, wawancara dengan tujuh narasumber, observasi terhadap komik Instagram sejenis, serta kuesioner kedua untuk menilai preferensi desain dari 95 mahasiswa. Temuan – Proses perancangan menghasilkan empat karakter dengan peran naratif yang saling melengkapi. Cika merepresentasikan perubahan kebiasaan secara bertahap, Naya menggambarkan hambatan untuk beraktivitas fisik, Bima memberikan dukungan dan teladan, sedangkan Juna menyampaikan informasi praktis. Responden memilih opsi 1 untuk Cika (73,7%), Naya (71,6%), dan Bima (47,4%), serta opsi 3 untuk Juna (49,5%). Selisih yang kecil antara opsi 1 dan opsi 3 pada karakter Bima menunjukkan preferensi visual yang relatif terbagi. Keterbatasan penelitian/implikasi – Penelitian terbatas pada cakupan audiens yang relatif kecil dan hanya mengevaluasi preferensi visual, bukan efektivitas edukatif komik secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya perlu melibatkan mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi serta menguji pemahaman pesan, pengetahuan, dan aktivitas fisik sebelum dan setelah paparan komik. Implikasi praktis – Temuan penelitian menyediakan dasar berbasis audiens untuk mengembangkan karakter yang relevan dan menyusun pesan kesehatan dalam konten edukatif Instagram yang ditujukan kepada mahasiswa. Orisinalitas/nilai – Penelitian ini menerjemahkan pengalaman sedentari dan hambatan mahasiswa dalam melakukan aktivitas fisik menjadi empat peran karakter naratif serta memvalidasi alternatif visualnya melalui pengujian preferensi audiens.