Mahfet Efendi
Universitas PGRI Argopuro Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Organisasi GP Ansor Dalam Membangun Kesadaran Bela Negara Terhadap Generasi Muda Pada Era Globalisasi Di Kecamatan Maesan Bondowoso Mahfet Efendi; Nova Eko Hidayanto; Ahmad Fadli
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 3 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i3.1094

Abstract

Penelitian ini membahas peran organisasi GP Ansor dalam membangun kesadaran bela negara pada generasi muda Kecamatan Maesan Bondowoso. Bangunan kesadaran yang pada era kontemporer dihadapkan pada tantangan dinamika global mulai dari pesatnya perkembangan teknologi informasi, pasar bebas dan globalisasi itu sendiri. Suatu upaya untuk menghasilkan data dan mendeskripsikan peran organisasi GP Ansor beserta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data melalui beberapa cara, seperti; observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri dari pengurus GP Ansor dan organisasi bagian GP Ansor, seperti Banser dan MDS Rijalul Ansor. Adapun analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GP Ansor memiliki peran yang cukup strategis dalam membangun kesadaran bela negara melalui kegiatan kaderisasi, keagamaan, sosial, dan kebangsaan. Kegiatan tersebut mampu menanamkan nilai nasionalisme, meningkatkan kedisiplinan, serta menumbuhkan kepedulian sosial generasi muda. Peran tersebut didukung oleh adanya dukungan masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, serta soliditas internal organisasi. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat, seperti rendahnya minat generasi muda, keterbatasan waktu, serta pengaruh globalisasi yang mendorong perilaku individualistis dan ketergantungan pada media sosial. Dengan demikian, peran GP Ansor dalam membangun kesadaran bela negara telah berjalan dengan baik, meskipun masih memerlukan inovasi dan strategi yang lebih adaptif agar mampu menjangkau lebih banyak generasi muda di tengah perkembangan zaman.