Mirza Syadat Rambe Rambe
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS METODE PEMBELAJARAN GURU FIKIH DALAM PROGRAM FARDHU KIFAYAH DI MAS AL-WASHLIYAH JALAN 13 DESEMKEL. RAMBUNG KEC. TEBING TINGGI KOTA, KOTA TEBING TINGGI Mhd. Alang Khairun Nizar; Mirza Syadat Rambe Rambe; Mutiara Kasim
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam pelaksanaan fardhu kifayah, khususnya dalam pengurusan jenazah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran guru Fikih dalam program ekstrakurikuler fardhu kifayah, meliputi pemilihan metode, penerapan metode, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan didominasi oleh praktik langsung yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui pemberian contoh atau demonstrasi oleh guru serta dipadukan dengan metode tanya jawab. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada karakteristik program yang bersifat aplikatif, tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan pemberian materi dan penjelasan, dilanjutkan dengan pemberian contoh oleh guru dan praktik yang dilakukan peserta didik, meliputi tata cara memandikan, mengkafani, mensalatkan, dan menguburkan jenazah. Faktor pendukung meliputi dukungan madrasah serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangkan faktor penghambat berupa perbedaan daya tangkap peserta didik dan keterbatasan tempat untuk praktik penguburan. Dengan demikian, penerapan praktik langsung yang disertai pemberian contoh atau demonstrasi dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam pelaksanaan fardhu kifayah.