Mhd. Alang Khairun Nizar
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELAKSANAAN PROGRAM SHOLAT DHUHA DALAM MENINGKATKAN SOSIAL EMOSIONAL PESERTA DIDIK Mhd. Alang Khairun Nizar; Syukur Madani Siregar; Nia Asriani
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dasar pertimbangan, perencanaan, dan pelaksanaan program Sholat Dhuha dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional peserta didik kelas X-5 di SMA Negeri 1 Dolok Masihul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, guru, dan peserta didik kelas X-5, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen dan arsip sekolah. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Sholat Dhuha dilaksanakan sebagai kegiatan pembiasaan keagamaan pada awal pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Kegiatan meliputi persiapan, berwudu, pelaksanaan Sholat Dhuha secara berjamaah, serta doa dan zikir. Program didukung oleh kepala sekolah, guru, dan sarana yang tersedia. Pelaksanaannya memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan sosial emosional peserta didik, terutama kedisiplinan, ketenangan, kesiapan belajar, kemampuan mengendalikan emosi, kesabaran, tanggung jawab, dan hubungan sosial yang lebih baik. Kendala yang ditemukan adalah keterlibatan seluruh guru yang belum optimal dan belum adanya evaluasi program secara berkelanjutan. Dengan demikian, pembiasaan Sholat Dhuha yang terarah dan konsisten dapat menjadi salah satu upaya mendukung perkembangan sosial emosional peserta didik.
ANALISIS METODE PEMBELAJARAN GURU FIKIH DALAM PROGRAM FARDHU KIFAYAH DI MAS AL-WASHLIYAH JALAN 13 DESEMKEL. RAMBUNG KEC. TEBING TINGGI KOTA, KOTA TEBING TINGGI Mhd. Alang Khairun Nizar; Mirza Syadat Rambe Rambe; Mutiara Kasim
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguasaan pengetahuan dan keterampilan peserta didik dalam pelaksanaan fardhu kifayah, khususnya dalam pengurusan jenazah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode pembelajaran guru Fikih dalam program ekstrakurikuler fardhu kifayah, meliputi pemilihan metode, penerapan metode, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang digunakan didominasi oleh praktik langsung yang dalam pelaksanaannya dilakukan melalui pemberian contoh atau demonstrasi oleh guru serta dipadukan dengan metode tanya jawab. Pemilihan metode tersebut didasarkan pada karakteristik program yang bersifat aplikatif, tujuan pembelajaran, karakteristik peserta didik, serta kebutuhan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung. Pelaksanaan pembelajaran diawali dengan pemberian materi dan penjelasan, dilanjutkan dengan pemberian contoh oleh guru dan praktik yang dilakukan peserta didik, meliputi tata cara memandikan, mengkafani, mensalatkan, dan menguburkan jenazah. Faktor pendukung meliputi dukungan madrasah serta ketersediaan sarana dan prasarana, sedangkan faktor penghambat berupa perbedaan daya tangkap peserta didik dan keterbatasan tempat untuk praktik penguburan. Dengan demikian, penerapan praktik langsung yang disertai pemberian contoh atau demonstrasi dapat membantu peserta didik memperoleh pemahaman dan keterampilan dalam pelaksanaan fardhu kifayah.