Imamurrizal Lubis
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rusli Halil Nasution; Kasran Kasran; Imamurrizal Lubis
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator, penerapan, serta faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Al Washliyah 21 Firdaus. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, mengingat pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung berpusat pada guru masih banyak diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning ditandai oleh tiga indikator utama, yaitu penyajian masalah kontekstual, diskusi kelompok, dan presentasi hasil pemikiran siswa. Penerapannya dilaksanakan secara sistematis melalui tahap orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan, penyajian hasil karya, hingga evaluasi bersama, dengan mengangkat isu-isu aktual seperti tawuran, bullying, dan kejujuran ujian yang dikaitkan dengan materi PAI. Penerapan model ini memberikan dampak positif berupa peningkatan keaktifan, pemahaman konsep, dan suasana belajar yang dinamis. Faktor pendukung meliputi kebijakan kepala madrasah, fasilitas kelas, antusiasme siswa, dan kompetensi guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, ketidakmerataan partisipasi siswa, minimnya pelatihan guru, serta resistensi siswa terhadap pola pembelajaran baru. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengelolaan waktu pembelajaran yang lebih efektif.