Kasran Kasran
Unknown Affiliation

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF DALAM MEMBENTUK KEPEDULIAN SOSIAL SISWA KELAS XII IIK PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MAS AL – WASHLIYAH DESA PAKAMKEC. MEDANG DERASKAB. BATUBARA M Alang Khairun Nizar; Kasran Kasran; Novita Sari Sari
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran adalah cara atau teknik yang digunakan untuk menyampaikan materi agar tujuan pembelajaran tercapai. Metode pembelajaran kooperatif tidak hanya meningkatkan aktivitas pembelajaran, tetapi juga mendorong kesadaran atau kepedulian sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran kooperatif oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk kepedulian sosial siswa di kelas XII. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian adalah guru PAI, siswa kelas XII, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembelajaran kooperatif diterapkan melalui pembentukan kelompok, diskusi, dan kolaborasi antar siswa. Siswa tidak hanya memahami materi pelajaran, tetapi juga dilatih untuk saling membantu, menghargai pendapat, dan bertanggung jawab terhadap tugas kelompok. Interaksi kelompok mendorong siswa lebih peduli terhadap teman, membantu siswa yang mengalami kesulitan, serta menghindari sikap individualistis. Namun, terdapat kendala berupa perbedaan kemampuan siswa, keterbatasan waktu, dan kurangnya kemampuan bekerja sama. Guru disarankan terus mengembangkan strategi dan teknik pembelajaran kooperatif serta menerapkannya secara konsisten melalui kelompok heterogen, rotasi anggota, dan tugas kolaboratif yang melibatkan seluruh siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode pembelajaran kooperatif efektif dalam Pendidikan Agama Islam karena dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan menumbuhkan kesadaran sosial.
PENERAPAN METODE DISKUSI KELOMPOK DAN TEKNIK   PEMANGGILAN ACAK (RANDOM CALLING) PADA SISWA KELAS X  DALAM PROSES PEMBELAJARAN PAI DI SMAN 3 KOTA TEBING TINGGI Rusli Halil Nasution; Kasran Kasran; Rizka Amalia Lubis
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rizka Amalia Lubis NPM : 0221002039 penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode diskusi kelompok dan teknik pemanggilan acak (random calling) dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam ( PAI) di sman 3 kota tebing tinggi serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penutup pembelajaran. Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun modul ajar, menentukan tujuan pembelajaran, menyiapkan materi, dan membentuk kelompok belajar. Pada tahap pelaksanaan, peserta didik berdiskusi sesuai submateri yang telah ditentukan, kemudian mempresentasikan hasil diskusi dengan guru berperan sebagai fasilitator. Selanjutnya, teknik random calling diterapkan setelah presentasi dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik memanggil teman secara acak untuk menjawab pertanyaan, mengulang materi, atau memberikan tanggapan terhadap hasil diskusi. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, antusiasme peserta didik, serta tersedianya perangkat pembelajaran, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, keterbatasan waktu, dan kejenuhan apabila metode digunakan secara berulang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok yang dipadukan dengan teknik random calling mampu menciptakan proses pembelajaran pai yang lebih aktif, interaktif, dan partisipatif sehingga dapat menjadi salah satu alternatif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam.
TANTANGAN GURU MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DALAM MEMBINA KARAKTER SISWA PADA ERA DIGITAL DI MADRASAH ALIYAH AL HIKMAH KOTA TEBING TINGGI M.Alang Khairun Nizar; Kasran Kasran; Al Fikry Haikal Zacky
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tantangan guru mata pelajaran Akidah Akhlak dalam membina karakter siswa pada era digital di Madrasah Aliyah Al Hikmah Kota Tebing Tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan guru meliputi pengaruh media sosial, penggunaan teknologi yang kurang bijak, serta perubahan perilaku siswa. Upaya yang dilakukan guru yaitu melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, motivasi, dan pengawasan agar siswa memiliki karakter religius, disiplin, bertanggung jawab, sopan, serta bijak dalam menggunakan teknologi.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN MEMBACA AL-QUR’AN BAGI SISWA DI SMA NEGERI 1 AIR PUTIH Masrina Rambe; Kasran Kasran; Widia Sari
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Sebagian siswa telah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, sedangkan sebagian lainnya masih mengalami kesulitan dalam aspek makhraj, tajwid, dan kelancaran membaca. Kondisi tersebut membutuhkan strategi guru Pendidikan Agama Islam yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengimplementasikan pembelajaran membaca Al-Qur’an bagi siswa di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara, mendeskripsikan kondisi kemampuan membaca Al-Qur’an siswa serta kendala yang mereka hadapi dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara, dan mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam mengatasi kendala yang dihadapi siswa dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Air Putih Kabupaten Batu Bara dengan sumber data yang diperoleh dari guru Pendidikan Agama Islam dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an dilakukan dengan menyesuaikan pembelajaran terhadap kemampuan siswa melalui penggunaan metode tahsin dan Iqra’, pemberian contoh bacaan, praktik membaca secara langsung, koreksi bacaan, pemberian motivasi, dan evaluasi. Kemampuan membaca Al-Qur’an siswa menunjukkan kondisi yang beragam. Sebagian siswa sudah lancar, sedangkan sebagian lainnya masih memerlukan bimbingan dalam makhraj, tajwid, dan kelancaran membaca. Kendala yang ditemukan berkaitan dengan perbedaan kemampuan dasar siswa, pemahaman tajwid, ketepatan makhraj, kepercayaan diri, serta kurangnya pembiasaan membaca di luar sekolah. Upaya guru dalam mengatasi kendala tersebut dilakukan melalui bimbingan individual, pembelajaran tambahan, latihan secara rutin, pemberian motivasi, serta kerja sama dengan orang tua. Dengan demikian, strategi guru PAI yang disesuaikan dengan kondisi siswa dan dilaksanakan secara berkelanjutan dapat mendukung peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Disiplin Belajar Dan Hasil Belajar Aqidah Akhlak Di MAS Al-Washliyah Indrapura Chairuddin Siregar; Kasran Kasran; Amalia Aditta
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi belajar terhadap disiplin belajar dan hasil belajar Aqidah Akhlak di MAS Al-Washliyah Indrapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 63 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui angket dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana, uji t, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin belajar. Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 6,233 > ttabel 1,999 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R² sebesar 0,389, yang berarti motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 38,9% terhadap disiplin belajar. Selanjutnya, motivasi belajar juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar, dengan nilai thitung sebesar 40,710 > ttabel 1,999 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Nilai R² sebesar 0,382, yang berarti motivasi belajar memberikan kontribusi sebesar 38,2% terhadap hasil belajar. Dengan demikian, semakin baik motivasi belajar siswa, semakin baik pula disiplin belajar dan hasil belajar Aqidah Akhlak yang diperoleh.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rusli Halil Nasution; Kasran Kasran; Imamurrizal Lubis
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indikator, penerapan, serta faktor pendukung dan penghambat model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Al Washliyah 21 Firdaus. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan, pemahaman konsep, dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, mengingat pendekatan pembelajaran konvensional yang cenderung berpusat pada guru masih banyak diterapkan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Problem Based Learning ditandai oleh tiga indikator utama, yaitu penyajian masalah kontekstual, diskusi kelompok, dan presentasi hasil pemikiran siswa. Penerapannya dilaksanakan secara sistematis melalui tahap orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan, penyajian hasil karya, hingga evaluasi bersama, dengan mengangkat isu-isu aktual seperti tawuran, bullying, dan kejujuran ujian yang dikaitkan dengan materi PAI. Penerapan model ini memberikan dampak positif berupa peningkatan keaktifan, pemahaman konsep, dan suasana belajar yang dinamis. Faktor pendukung meliputi kebijakan kepala madrasah, fasilitas kelas, antusiasme siswa, dan kompetensi guru, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, ketidakmerataan partisipasi siswa, minimnya pelatihan guru, serta resistensi siswa terhadap pola pembelajaran baru. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi guru serta pengelolaan waktu pembelajaran yang lebih efektif.
PENGARUH MEDIA AUDIO VISUAL DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR FIQIH M. Alang Khairun Nizar; Kasran Kasran; Khairatun nabawiyah
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media audio visual dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MAS Al-Washliyah Desa Tanjung Kubah, Kabupaten Batu Bara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional dengan populasi 105 siswa kelas X dan XI serta sampel 51 siswa yang ditentukan dengan rumus Slovin secara proporsional. Data dikumpulkan melalui angket skala Likert dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan SPSS melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen reliabel (Cronbach’s Alpha masing-masing 0,799; 0,702; dan 0,814). Uji simultan menghasilkan F hitung 3,19 lebih besar daripada F tabel 3,16 dengan signifikansi 0,048 < 0,05, sehingga media audio visual dan motivasi belajar secara simultan berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar. Nilai R Square sebesar 0,370 menunjukkan bahwa kedua variabel menjelaskan 37,0% variasi hasil belajar, sedangkan 63,0% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan pentingnya pemanfaatan media audio visual yang disertai upaya menumbuhkan motivasi belajar dalam pembelajaran Fiqih.
PERAN GURU EKSTRAKURIKULER ROHIS DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA/I YANG RELIGIUS DI SMA NEGERI 2 TEBING TINGGI Masrina Rambe; Kasran Kasran; Nurainun Nurainun
At-Tarbiyah: Journal of Islamic Religious Research and Education Vol. 4 No. 1 (2026): At-Tarbiyah: Jurnal Penelitian dan Pendidikan Agama Islam
Publisher : STAI Tebing Tinggi Deli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran guru ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) dalam membentuk karakter religius siswa/siswi di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi, program dan kegiatan Rohis yang dilaksanakan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembentukan karakter religius siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembinaan karakter religius siswa di tengah berbagai pengaruh lingkungan dan keterbatasan waktu pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pembina Rohis memiliki empat peran utama, yaitu sebagai motivator, teladan, fasilitator, dan pembimbing. Program Rohis yang dilaksanakan meliputi kajian Islam rutin, tilawah dan tahsin Al-Qur'an, salat berjamaah, peringatan hari besar Islam, kegiatan sosial keagamaan, pesantren kilat Ramadan dan buka puasa bersama, serta pelatihan kepanitiaan dan kepemimpinan. Faktor pendukung meliputi dukungan sekolah, keteladanan guru pembina, motivasi siswa, lingkungan sekolah yang religius, dan program yang sistematis. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, rendahnya minat sebagian siswa, pengaruh lingkungan sosial dan media digital, keterbatasan sarana dan pendanaan, serta kurangnya dukungan sebagian orang tua. Upaya yang dilakukan antara lain penyesuaian jadwal, pendekatan personal, pemberian motivasi, pemanfaatan media digital, pengajuan bantuan sarana, dan komunikasi dengan orang tua.