Aina Liana Lim
Sekolah Tinggi Teologi Real Batam

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL KONSEPTUAL H.E.A.L DALAM KEPEMIMPINAN KRISTEN PASTORAL: INTEGRASI PENDAMPINGAN SPIRITUAL BAGI JEMAAT DALAM KRISIS IMAN Nelci Taferi Sunbanu; Gilbert Brandon Foek; Aina Liana Lim; Yudhy Sanjaya
TEOLOGIS, RELEVAN, APLIKATIF, CENDIKIA, KONTEKSTUAL Vol 5 No 2 (2026): TRACK: JURNAL KEPEMIMPINAN KRISTEN, TEOLOGI, DAN ENTREPRENEURSHIP
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI DAN ENTREPRENEURSHIP PRINGGADING (STEP) SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61660/track.v5i2.283

Abstract

Krisis spiritual menjadi salah satu tantangan pelayanan gereja masa kini. Jemaat tidak hanya bergumul dengan persoalan ekonomi atau sosial, tetapi juga mengalami melemahnya relasi iman, kehilangan makna spiritual, dan menurunnya keterlibatan dalam komunitas iman. Kondisi ini membutuhkan kepemimpinan Kristen yang tidak berhenti pada pengelolaan organisasi gereja, tetapi juga hadir sebagai pendamping spiritual. Penelitian ini bertujuan merumuskan proposisi konseptual model kepemimpinan Kristen pastoral bagi jemaat yang mengalami krisis spiritual. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan pendekatan teologi pastoral. Pencarian literatur dilakukan pada Google Scholar, Scopus, dan DOAJ menggunakan kata kunci "Christian leadership," "pastoral counseling," "spiritual crisis," "spiritual struggle," "spiritual formation," dan "congregational care" untuk publikasi tahun 2000–2026. Dari 247 artikel yang ditemukan, 42 sumber dianalisis melalui kategorisasi tematik, interpretasi teologis, sintesis konseptual, dan coding. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen pastoral memiliki karakter relasional, melayani, autentik, dan transformatif. Integrasi kepemimpinan Kristen dan konseling pastoral menghasilkan kerangka konseptual H.E.A.L (Hear, Empathize, Accompany, Lead Transformation). Model ini menempatkan pemimpin gereja sebagai gembala spiritual yang mendengar, memahami, menyertai, dan mengarahkan jemaat menuju transformasi iman. Kerangka ini juga menegaskan batas etik pastoral counseling, termasuk kerahasiaan, persetujuan informasi, perlindungan, batas profesional, dan jalur rujukan kepada profesional kesehatan mental. Model ini merupakan proposisi konseptual yang masih membutuhkan validasi empiris.