Blima Oktaviastuti
Politeknik Perkeretaapian Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Optimalisasi Pemahaman Petugas Perlintasan Sebidang Swadaya Masyarakat Mengenai Semboyan Kereta Api Arinda Leliana; Nurul Fitria Apriliani; Armyta Puspitasari; Blima Oktaviastuti; Safrudin Kurniawan
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 8 No 3 (2026): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v8i3.2023

Abstract

Perlintasan sebidang merupakan titik temu langsung antara jalur kereta api dan lalu lintas jalan, sehingga termasuk lokasi dengan risiko tinggi. Dalam praktiknya, terdapat perlintasan sebidang yang belum dilengkapi palang pintu dan tidak terjaga secara resmi. Perlintasan sebidang tersebut sering menyebabkan kecelakaan dan juga kerap menimbulkan kemacetan serta penundaan perjalanan. Kondisi ini mendorong keterlibatan masyarakat melalui penjaga perlintasan sebidang swadaya secara sukarela. Berbeda dengan petugas resmi, penjaga swadaya umumnya tidak memiliki latar belakang pendidikan, sertifikasi, maupun pengalaman formal dibidang perkeretaapian, sehingga membutuhkan pelatihan untuk mendukung keselamatan operasional di perlintasan sebidang. Berdasarkan isu tersebut, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kecermatan penjaga swadaya dalam mengidentifikasi semboyan kereta api serta menerapkan prosedur operasional keselamatan di perlintasan sebidang. Pelatiahan berfokus pada petugas perlintasan sebidang swadaya masyarakat sekitar perlintasan sebidang di Ngawi dan Pasuruan. Metode yang digunakan kontekstual-aplikatif dengan penyampaian materi semboyan sesuai Peraturan Dinas 3 untuk kereta api dilanjutkan dengan simulasi kondisi darurat lapangan, serta dilanjutkan dengan pendampingan berbasis komunitas. Penyampaian materi dilakukan secara tatap muka oleh narasumber yang kemudian dilanjutkan sesi diskusi tanya jawab serta praktek simulasi langsung di JPL 01 PPI Madiun. Evaluasi efektifitas kegiatan dilakukan menggunakan desain pre-test dan post-test sejumlah 25 pertanyaan pilihan ganda untuk mengukur pemahaman petugas. Hasil dari 23 peserta menunjukkan peningkatan capaian setelah pelatihan, dengan rata-rata akurasi naik dari 57,6% pada pre-test menjadi 70,8% pada post-test. Rata-rata jawaban benar meningkat dari 14,39 menjadi 17,70. Pelatihan membantu meningkatkan pemahaman petugas mengenai semboyan kereta api serta efektif meningkatkan kompetensi dasar keselamatan dalam mendukung keamanan lalu lintas di perlintasan sebidang.