Implementasi Kurikulum Merdeka di Indonesia khususnya sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan dalam menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada penguatan literasi, numerasi, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi masih rendah. Di kabupaten Banjarnegara, sebagian guru SD masih memerlukan penguatan dalam perancangan pembelajaran, asesmen, serta integrasi Dimensi Profil Lulusan dalam praktik pembelajaran. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru dalam merancang serta mengimplementasikan Kurikulum Merdeka berbasis pembelajaran mendalam bagi guru Sekolah Dasar di Kabupaten Banjarnegara. Kegiatan ini dilaksanakan melalui tahapan assess, design, implementation, dan measure/reflect/change. Pada tahap assess dilakukan pemetaan awal melalui pretest kepada 30 guru, dilanjutkan pembelajaran asinkronus tujuh modul dan kegiatan In Service 1. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 65,8 pada pretest menjadi 80,2 pada posttest. Tahap design dilaksanakan melalui pendampingan kolaboratif dalam kegiatan On the Job Training (OJT) 1–3 untuk menyusun dan merevisi modul ajar, dengan peningkatan rata-rata nilai dari 85,20 pada OJT 1 menjadi 94,53 pada OJT 3. Tahap implementation menunjukkan perubahan praktik pembelajaran di kelas yang lebih aktif, kolaboratif, dan reflektif. Tahap measure/reflect/change melalui In Service 2 memperkuat budaya refleksi dan berbagi praktik baik, dengan capaian nilai akhir rata-rata 85,14% dalam kategori baik hingga tinggi. Secara keseluruhan, pelatihan ini efektif meningkatkan pemahaman konseptual, kualitas perencanaan pembelajaran, serta transformasi praktik pedagogik guru. Model pelatihan ini direkomendasikan sebagai pendekatan pengembangan profesional guru yang sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.