Pengelolaan limbah rumah tangga dan pemanfaatan pekarangan menjadi bagian penting dalam upaya mendorong kepedulian lingkungan berbasis masyarakat. Program Eco-STEM Garden bertujuan mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit bawang sebagai bahan pestisida nabati serta pengelolaan pekarangan melalui mini garden. Kegiatan dilaksanakan pada 20 September 2026 di salah satu wilayah Kelurahan Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan, dengan melibatkan 20 peserta masyarakat. Metode pemberdayaan menggunakan kerangka DIMDOV (Define, Identify, Measure, Design, Optimize, dan Verify) yang diintegrasikan dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kegiatan meliputi penyampaian materi, praktik pembuatan pestisida nabati, demonstrasi penerapan pada tanaman, dan penataan mini garden. Hasil pre-test dari 18 respons menunjukkan nilai rata-rata 50,56, sedangkan nilai rata-rata post-test dari 18 peserta mencapai 87,78, dengan selisih deskriptif sebesar 37,22 poin. Dengan menggunakan batas ketuntasan asumsi 70, sebanyak 6 respons pre-test (33,3%) dan 15 peserta post-test (83,3%) mencapai batas tersebut. Karena identitas peserta belum dapat dicocokkan secara pasti, hasil agregat ini tidak dapat ditafsirkan sebagai perubahan individual berpasangan atau bukti pasti bahwa perbedaan nilai semata-mata disebabkan oleh program. Program ini memberikan pengalaman edukatif berbasis praktik untuk menghubungkan pemanfaatan limbah rumah tangga dengan pengelolaan pekarangan. Pemantauan lanjutan diperlukan untuk menilai keberlanjutan mini garden dan efektivitas pestisida nabati.