Aprianto, Iwan Dwi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ASKAR PERANG SABIL DALAM REVOLUSI FISIK DI YOGYAKARTA TAHUN 1945-1949 Aprianto, Iwan Dwi; Yulianto, Andrian Eka
Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.716 KB) | DOI: 10.36869/wjsb.v10i2.5

Abstract

Perjuangan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia terjadi di berbagai daerah, termasuk di Yogyakarta. Muhammadiyah sebagai organisasi Islam turut serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia melalui perjuangan para ulamanya. Ulama Muhammadiyah membentuk APS (Askar Perang Sabil) dan MUAPS (Markas Ulama Askar Perang Sabil) dalam rangka mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Pada Agresi Militer I, Muhammadiyah menerjunkan pasukan APS untuk pertama kalinya ke front pertempuran di daerah Mranggen dan Srondol. Pada Agresi Militer II, Muhammadiyah beserta pasukan TNI saling bekerjasama mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Yogyakarta. Adapun penelitian ini menggunakan teknik analisa kualitatif, yaitu analisa yang didasarkan pada hubungan sebab-akibat dari fenomena historis pada cakupan waktu dan tempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puncak dari keikutsertaan ulama Muhammadiyah dalam Revolusi Fisik adalah ketika membantu TNI pada Serangan Umum 1 Maret 1949 dengan tugas menghambat pasukan Belanda memasuki kota. Kata kunci: Muhammadiyah, Revolusi Fisik, Yogyakarta.
RETRACTED : THE DYNAMICS OF JENAR SUGAR FACTORY IN PURWOREJO REGENCY IN 1909-1933 Aprianto, Iwan Dwi
Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budaya Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36869/wjsb.v11i2.66

Abstract

Artikel dengan judul THE DYNAMICS OF JENAR SUGAR FACTORY IN PURWOREJO REGENCY  IN 1909-1933 telah di lakukan pencabutan oleh Editor dari Vol. 11 No. 2 tahun 2020, Walasuji : Jurnal Sejarah dan Budayai, pada tautan daringhttps://jurnalwalasuji.kemdikbud.go.id/index.php/walasuji/article/view/66, karena ditemukan sudah terbit padaJurnal UNY (Journal.student.uny.ac.id), Volume 4, No. 5, 2019, pada tautan daring http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/ilmu-sejarah/article/view/16577Isi artikel yang dibuat atas nama Iwan Dwi Aprianto ini sebenarnya asli dan murni dibuat oleh yang sdr. Mijil Sunoto.
Tjoe Bou San, Nasionalis Tionghoa dan Redaktur Sin Po Aprianto, Iwan Dwi
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 23 No. 2 (2022)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.412

Abstract

Tjoe Bou San adalah tokoh nasionalis Tionghoa di Hindia Belanda yang lahir di Batavia tahun 1891 dan meninggal di Batavia tanggal 3 November 1925. Ketika menjabat sebagai pemimpin dan direktur Sin Po, dia mengembangkan konsep nasionalisme Tionghoa di Hindia Belanda dan memimpin kampanye dalam memberantas kekawulaan Belanda ketika berlangsung Perang Dunia I. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang kehidupan Tjoe Bou San hingga bentuk perannya dalam perkembangan Sin Po. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah karena masalah yang diungkapkan lebih terfokus pada peristiwa masa lampau kehidupan seorang pemimpin nasionalisme Tionghoa bernama Tjoe Bou San yang lebih ditekankan pada perjuangannya melalui Koran Sin Po. Berdasarkan kajian yang dilakukan dapat diketahui bahwa Tjoe Bou San merasa bahwa warga Tionghoa di Hindia Belanda (baik peranakan maupun totok) harus menganggap diri mereka Tionghoa. Pandangannya berseberangan dengan P.H. Fromberg Sr, Yap Hong Tjoen, dan Hauw Tek Kong. Mereka beranggapan jika onderdaanschap (kekawulaan) biasanya sama dengan nationaliteit (kewarganegaraan) dan hakikat dari kewarganegaraan adalah kepentingan bersama. Selain dikenal sebagai seorang wartawan dan pemimpin pergerakan nasionalisme Tionghoa, dia juga merupakan salah seorang penulis novel. Salah satu novel terbaiknya adalah The Loan Eng yang terbit pada 1922.