Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pembentukan Budaya Karakter Peserta Didik melalui Keteladanan, Habituasi, dan Refleksi Rehmenda Christy; Adi Sutopo; Hidayat
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 1 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i1.12756

Abstract

Pendidikan karakter pada pendidikan dasar tidak hanya dibentuk melalui pembelajaran nilai secara eksplisit, tetapi juga melalui praktik sehari-hari yang membentuk cara peserta didik mengenali dan menerapkan nilai karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana keteladanan dan habituasi berkontribusi terhadap pembentukan budaya karakter peserta didik pada pendidikan dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SD Negeri 067242 Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Data dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan berkontribusi terhadap pembentukan karakter melalui perilaku guru yang dapat diamati peserta didik, terutama dalam kedisiplinan, tanggung jawab, kesantunan, dan kepedulian. Konsistensi antara ucapan dan tindakan guru menjadi unsur penting karena membantu peserta didik mengenali nilai karakter melalui praktik nyata, bukan hanya melalui instruksi verbal. Habituasi berkontribusi melalui pengulangan perilaku karakter dalam rutinitas sekolah, seperti menjaga kebersihan, melaksanakan tugas, mengantre, menyapa, meminta izin, dan bekerja sama dengan teman. Namun, pengulangan perilaku tidak selalu menunjukkan bahwa nilai karakter telah sepenuhnya terinternalisasi, karena sebagian perilaku masih dipengaruhi oleh instruksi guru, aturan sekolah, atau pengingat teman sebaya, sementara pada perilaku tertentu peserta didik mulai menunjukkan inisiatif tanpa instruksi langsung. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa budaya karakter dibentuk melalui keterkaitan antara keteladanan yang dapat diamati dan habituasi yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya konsistensi perilaku guru dengan nilai karakter yang dikembangkan sekolah serta integrasi praktik karakter ke dalam rutinitas peserta didik.