Ryan Radjendra
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Asesmen Autentik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Kurikulum Merdeka Ryan Radjendra; Wiwin Sunita; Umi Hijriyah; Bambang Sri Anggoro; Nanang Supriyadi
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 5 (2026): October
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/28tyty35

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mampu mengukur kemampuan peserta didik secara utuh melalui asesmen yang kontekstual dan bermakna. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), asesmen autentik menjadi penting karena capaian pembelajaran tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga keterampilan dan sikap yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penguatan asesmen autentik dalam pembelajaran PAI pada Kurikulum Merdeka serta mengidentifikasi bentuk, prinsip, dan strategi penerapannya dalam mendukung pencapaian kompetensi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh melalui penelaahan berbagai literatur yang relevan mengenai asesmen autentik, pembelajaran PAI, dan implementasi Kurikulum Merdeka, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penguatan asesmen autentik dalam pembelajaran PAI dapat dilakukan melalui asesmen kinerja, proyek, portofolio, observasi, dan penilaian produk yang dikembangkan berdasarkan tujuan pembelajaran dan konteks kehidupan peserta didik. Asesmen autentik juga memberikan ruang bagi guru untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta didik. Dengan demikian, penguatan asesmen autentik dapat menjadi strategi penting dalam mewujudkan pembelajaran PAI yang lebih kontekstual, bermakna, dan selaras dengan karakteristik Kurikulum Merdeka