Ramadhan, Reza Bakhtiar
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Dakwah Berbasis 'Kitab Kuning' Ke Platform Digital Risdiana, Aris; Ramadhan, Reza Bakhtiar; Nawawi, Imam
Jurnal Lektur Keagamaan Vol 18 No 1 (2020): Jurnal Lektur Keagamaan Vol. 18 No. 1 Tahun 2020
Publisher : Center for Research and Development of Religious Literature and Heritage, Agency for Research and Development and Training, Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.988 KB) | DOI: 10.31291/jlka.v18i1.682

Abstract

AbstractThe industrial revolution in digital era challanges Islamic Da'wah agencies. Its traditional method is originally exclusive, and that has been transformed into more inclusive. This paper studied activities of muslim leaders and mosques as the main actors of Islamic Da'wah (preachers), who contact with social medias. This study used sociological approach, to recover muslim preacher’s considerations of digital modalities as new media of Islmic preaching. Using Habitus theory of Pierre Felix Bourdieu, that study points out three main functions of social medias for muslim preachers; first. functioning social media requests the reinterpretation of Kitab Kuning in accordance with current social-political issues, second, Islamic preaching in digital era is kind of all capitalized activies, and third, muslim preachers polarized into three main groups; proactive, contrastive, and unprofessional.Keywords: Islamic Da’wah, Preacher, Social Media, Economy-political Interpretations.Revolusi Industri di era digital menantang para agen dakwah Islam. Metode dakwah Islam tradisional yang semula eksklusif, kini telah bertransformasi menjadi lebih inklusif. Penelitian ini mengkaji serang­kaian aktivitas dakwah pemimpin Islam dan masjid, sebagai aktor utama dakwah Islam, yang bersentuhan dengan media sosial. Dengan pendeka­tan sosiologis, penelitian ini mengungkapkan kesadaran-kesadaran para da’i muslim tentang dunia digital sebagai media baru dakwah Islam. Menggunakan teori Habitus dari Pierre Felix Bourdieu, penelitian ini menemukan tiga hal utama; pertama, pemanfaatan media sosial menuntut interpretasi ulang kitab kuning agar lebih sesuai dengan perkembangan mutakhir isu-isu sosial-politik; kedua, dakwah Islam di era digital tidak lebih dari sekedar serangkaian aktivitas yang terkapitalisasi; dan ketiga para da’i muslim terpolarisasi ke dalam tiga kelompok utama: pro-aktif dengan media sosial, bersikap kontra produktif terhadap media, dan pro-media digital dalam kadar yang tidak profesional.Kata Kunci: Da’wah Islam, Da’i, Media Sosial, Tafsir Ekonomi Politik
Pengaruh Peningkatan Kekuatan Iran Terhadap Hegemoni Amerika Serikat di Timur Tengah Ramadhan, Reza Bakhtiar
Analisis: Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 1 (2019): Analisis: Jurnal Studi Keislaman
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ajsk.v19i1.4160

Abstract

Using the method of discourse analysis and the theory of Balance of Power as a media for analysis of this paper seeks to find out why and how the increase in Iranian military power threatens the hegemony of the United States in the Middle East. Significant increases in Iranian military power are thought to threaten US interests in the Middle East. Post-revolution of Iran under the leadership of Ayatollah Khomeini in 1979 has turned this country into a new political and military power. Since then, relations between Iran and the West, especially the United States, are becoming more tense. Iran's policy on nuclear weapons has triggered an arm of race in the Middle East. Even Iran is considered to threaten the stability of the region's security. Especially the security of the United States allies in the Middle East. Saudi Arabia emerged as one of Iran's main opponents in the Middle East region. One vote with a colleague of the United States, the Saudis have always denounced all Iranian political and military policies. Given the enormous importance of the United States in the Middle East, as well as its responsibilities to the security of its allies in the Middle East, various ways in which the United States has secured its hegemony. Like strengthening alliances with its Middle East allies by way of massive military supply of weapons.
Dakwah Virtual sebagai Banalitas Keberagamaan di Era Disrupsi Risdiana, Aris; Ramadhan, Reza Bakhtiar
FIKRAH Vol 7, No 1 (2019): June 2019
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5507.699 KB) | DOI: 10.21043/fikrah.v7i1.4800

Abstract

Media sosial memberi pengaruh signifikan terhadap perkembangan Dakwah Islamiyah. Perkembangan ini lantas membentuk pola baru dakwah, dan sekaligus melahirkan fenomena baru keberagamaan. Maraknya status dan postingan bernuansa dakwah keagamaan oleh para ‘ulama di media sosial, seperti facebook, twitter dan whatsapp, secara sporadis menyeret para user berlomba-lomba menyebarkannya sebagai upaya menampilkan kesalehan dalam ruang publik. Fenomena dakwah copy-paste dan share men-share semakin menjamur dan mengarah pada perilaku spam (menyampah), yang meresahkan sebagian user lain. Derasnya arus informasi dan kebebasan yang tidak terkontrol di media sosial terkait dakwah copy-paste ini lantas mencerminkan kedangkalan intelektual dan kemalasan beragama yang sangat mendalam, yang juga membentuk pola banalitas perilaku keberagamaan umat beragama. Tulisan ini menguji lebih mendalam terkait fenomena sosial berupa dakwah copy-paste yang diproduksi terus-menerus dan membentuk perilaku keberagamaan baru di era milenial dengan menggunakan pendekatan tindakan sosial. Teori Habitus Pierre Felix Bordiue membentuk tulisan ini menelusuri motif dari aktor-aktor sosial, yang dalam konteks ini adalah para user yang mencoba menampilkan kesalehan, namun yang tercipta adalah stigma kedangkalan intelektual disertai kemalasan dalam beragama.