Abstract: This study aims to describe the dynamics of Pancasila and Civic Education (PPKn) instruction and to analyze the shift in learning from “teaching about citizenship” to “learning to be a citizen” among 10th-grade AKL and PM students at SMK Negeri 2 Semarang. The study employed a qualitative descriptive approach using data collection techniques such as observation, documentation, and literature review. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results indicate that PPKn instruction was conducted interactively through discussions, question-and-answer sessions, case analysis, and the use of worksheets linked to everyday life phenomena. Students demonstrated fairly good proficiency in the aspect of civic knowledge, as evidenced by their understanding of the concepts of Bhinneka Tunggal Ika, Human Rights, the rights and obligations of citizens, and the values of Pancasila. However, in the aspect of civic skills, challenges were still observed in connecting the concepts learned with their application in real life. Meanwhile, the aspect of civic disposition is beginning to develop through active participation, group cooperation, and a sense of responsibility during the learning process. Research findings indicate that Civic Education instruction has shifted toward a “learning to be a citizen” paradigm, although efforts to strengthen civic skills and character still need to be enhanced so that students can more effectively apply civic values in their daily lives.Keywords: Civic Education, Civic Knowledge, Civic Skills, Civic Disposition, Learning to Be a CitizenAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) serta menganalisis pergeseran pembelajaran dari teaching about citizenship menuju learning to be citizen pada siswa kelas X AKL dan PM di SMK Negeri 2 Semarang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisis melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn telah dilaksanakan secara interaktif melalui diskusi, tanya jawab, analisis kasus, dan penggunaan LKPD yang dikaitkan dengan fenomena kehidupan sehari-hari. Peserta didik menunjukkan kemampuan yang cukup baik dalam aspek civic knowledge yang ditunjukkan melalui pemahaman terhadap materi Bhinneka Tunggal Ika, Hak Asasi Manusia, hak dan kewajiban warga negara, serta nilai-nilai Pancasila. Namun, pada aspek civic skills masih ditemukan kendala dalam menghubungkan konsep yang dipelajari dengan penerapannya dalam kehidupan nyata. Sementara itu, aspek civic disposition mulai berkembang melalui partisipasi aktif, kerja sama kelompok, dan sikap tanggung jawab selama proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PPKn telah mengarah pada paradigma learning to be citizen, meskipun penguatan keterampilan dan karakter kewarganegaraan masih perlu ditingkatkan agar peserta didik mampu mengimplementasikan nilai-nilai kewarganegaraan secara lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Pendidikan Kewarganegaraan, Pengetahuan Kewarganegaraan, Keterampilan Kewarganegaraan, Watak Kewarganegaraan, Belajar Menjadi Warga Negara