Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan konteks budaya lokal yang valid, efektif, dan praktis dalam meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa SMP pada pembelajaran matematika kelas VII. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model ADDIE meliputi tahap Analysis, tahap Design, tahap Development, tahap Implementation, dan tahap Evaluation. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kalinyamatan tahun ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan dua kelas yaitu VII H sebagai kelas eksperimen dan VII G sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas LKPD yaitu angket lembar validasi untuk mengukur kevalidan, tes kemampuan representasi matematis untuk mengukur keefektifan, dan angket respon guru dan siswa untuk mengukur kepraktisan. Hasil analisis validasi meliputi validasi isi dan validasi konstruk menunjukkan nilai validitas berturut-turut sebesar 0,811 dan 0,828 sehingga LKPD tergolong sangat valid. Kualitas LKPD memenuhi kriteria efektif ditunjukkan dengan hasil N-Gain sebesar 0,569 yang berkategori sedang, kemudian ketuntasan belajar siswa kelas eksperimen memiliki persentase 84% siswa mendapatkan nilai di atas KKM. Berdasarkan uji t data posttest didapatkan bahwa kemampuan representasi matematis kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Serta analisis angket respon siswa menghasilkan nilai kepraktisan sebesar 77,74% yang berkategori “Baik” dan angket respon guru menghasilkan nilai kepraktisan sebesar 84,28% yang berkategori “Sangat Baik”. Dengan demikian, disimpulkan bahwa LKPD berbasis Problem Based Learning (PBL) dengan konteks budaya lokal yang dikembangkan terbukti valid, efektif, dan praktis untuk meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa pada pembelajaran matematika SMP.