Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Nilai-Nilai Edukasi dalam Program Kamis Pentas Seni dalam Membentuk Karakter Kreatif dan Kolaboratif Peserta Didik di Sekolah Dasar Nur Laily Muharromi; Habibuddin Habibuddin; Arif Rahman Hakim; Lalu Parhanuddin
Journal of Social and Scientific Education Vol. 3 No. 3 (2026): Journal of Social and Scientific Education
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/josse.v3i3.1030

Abstract

Pendidikan seni dapat memberikan pengalaman belajar bermakna yang menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, berkolaborasi, membangun kepercayaan diri, menjalankan tanggung jawab, berlatih disiplin, serta mengapresiasi budaya lokal. Penelitian ini mendeskripsikan makna program “Kamis Pentas Seni” bagi peserta didik kelas VI A, VI B, dan VI C; pelaksanaannya dalam kaitannya dengan karakter kreatif dan kolaboratif; peran guru dalam mengintegrasikan nilai budaya dan pengetahuan tentang seni Indonesia; serta fungsi fasilitas yang digunakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Informan terdiri atas enam peserta didik, tiga guru, dan kepala sekolah SD Negeri 3 Pancor yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kredibilitas data diperkuat melalui triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menyampaikan ide, menentukan konsep penampilan, dan mengekspresikan diri. Persiapan, latihan, pembagian tugas, dan penampilan menjadi konteks munculnya indikator kreativitas dan kolaborasi. Guru berperan sebagai fasilitator melalui arahan, bimbingan, pendampingan, motivasi, serta pengenalan nilai budaya dan asal-usul seni Indonesia. Fasilitas yang tersedia mendukung kegiatan, meskipun ketiadaan panggung permanen menuntut penyesuaian. Sebagai studi kasus kualitatif di satu sekolah, temuan ini menggambarkan praktik dan pengalaman selama penelitian, bukan bukti perubahan karakter jangka panjang.