Dwi Firli Ashari
Universitas Indraprasta PGRI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Representasi dan Resiliensi Perempuan dalam Novel Pesta Para Janda dan Janda-Janda Gres serta Implikasinya pada Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Kelas XI (Kajian Feminisme) Dwi Firli Ashari; Merry Lapasau; Iwan Budiarso
Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Diskursus: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/diskursus.v9i1.70

Abstract

Penelitian ini bertujuan memperoleh pemahaman mendalam tentang bentuk representasi perempuan, khususnya janda cerai, serta strategi resiliensi mereka dalam novel Pesta Para Janda karya Yunis Kartika dan Janda-Janda Gres karya Plum Sykes. Melalui penggunaan metode analisis konten kritis dengan pendekatan teori representasi Stuart Hall, feminisme interseksional Crenshaw, analisis wacana kritis model Sara Mills, kajian budaya, serta teori resiliensi Ungar dan Southwick, penelitian ini menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam Pesta Para Janda cenderung muncul sebagai figur hibrida dan secara dominan mereproduksi ketidakadilan gender, sedangkan dalam Janda-Janda Gres, representasi perempuan lebih dominan dalam mereproduksi ketidakadilan gender. Kedua novel ini memperlihatkan pola strategi resiliensi yang serupa, terutama strategi personal dan relasional, yang menjadi kunci bagi tokoh perempuan untuk bertahan menghadapi stigma sosial-budaya. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa representasi perempuan, khususnya janda cerai, secara bersamaan mencerminkan daya kritis serta memperkuat nilai-nilai patriarki melalui negosiasi budaya yang kompleks. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi isu gender dan resiliensi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, khususnya dalam kurikulum International Baccalaureate Diploma Programme, untuk mengembangkan literasi kritis siswa terhadap kompleksitas identitas perempuan dan ketahanan individu dalam menghadapi tekanan sosial di masyarakat.