Sri Depi Ranti I. Rahim
Universitas Negeri Gorontalo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kreativitas Siswa dalam Pembelajaran Sejarah: Kajian Bentuk Kreativitas, Proses Pembelajaran, serta Faktor Pendukung dan Penghambatnya di MAN 1 Kabupaten Gorontalo Sri Depi Ranti I. Rahim; Resmiyati Yunus; Iis Husnul Hotimah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14284

Abstract

Kreativitas penting dikembangkan dalam pembelajaran sejarah agar siswa tidak sekadar menghafal peristiwa, tetapi kemunculannya pada madrasah belum banyak dikaji dan belum tentu merata pada semua siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan (1) kreativitas siswa dalam pembelajaran sejarah, (2) proses pembelajaran sejarah dalam mengembangkan kreativitas siswa, dan (3) faktor pendukung dan penghambatnya di MAN 1 Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan pada April 2026 melalui observasi, wawancara dengan dua guru sejarah, wakil kepala madrasah bidang kurikulum, dan dua siswa, serta dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kreativitas siswa tergolong cukup baik tetapi belum optimal, tampak pada kemampuan mengemukakan pendapat, berdiskusi, mempresentasikan hasil, mencari informasi tambahan, serta membuat poster, video pembelajaran, PowerPoint, peta konsep, dan makalah; (2) proses pembelajaran mendukung kreativitas melalui diskusi kelompok, presentasi, permainan edukatif, dan pembelajaran berbasis proyek yang dipadukan dengan media digital dan pendekatan kontekstual, dengan guru berperan sebagai fasilitator dan motivator; (3) pengembangan kreativitas didukung oleh metode yang bervariasi, dukungan guru, media, kerja kelompok, dan dukungan madrasah, tetapi dihambat oleh perbedaan kemampuan siswa, kurangnya kepercayaan diri, keterbatasan proyektor dan jaringan internet, serta keterbatasan waktu.