Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap Kinerja Operasional melalui Inovasi sebagai Variabel Mediasi pada IKM Sektor Pangan Tradisional di Kabupaten Minahasa Deby Putri Lombok; Hendra Novie Tawas; Merlyn Mourah Karuntu
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.14373

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja operasional serta peran inovasi sebagai variabel mediasi pada Industri Kecil dan Menengah (IKM) pangan tradisional subsektor kerupuk di Kabupaten Minahasa. Meskipun jumlah unit usaha dan tenaga kerja cabang pangan paling besar, kontribusinya terhadap nilai produksi masih lebih rendah dibandingkan cabang industri lain, sedangkan bukti mengenai mekanisme mediasi inovasi pada konteks ini masih terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data primer dari kuesioner berskala Likert 1–5 yang diisi oleh 81 pemilik atau pengelola IKM yang dipilih melalui purposive sampling. Analisis dilakukan dengan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Hasil menunjukkan bahwa seluruh indikator dan konstruk memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,442; t = 5,130) dan terhadap inovasi (β = 0,643; t = 8,150). Inovasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,393; t = 4,683). Pengaruh tidak langsung TQM terhadap kinerja operasional melalui inovasi signifikan (β = 0,253; t = 3,458) sehingga inovasi berperan sebagai mediator parsial. Model menjelaskan 41,3% variasi inovasi dan 57,4% variasi kinerja operasional. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan TQM perlu disertai penguatan inovasi produk, proses, dan pemasaran agar peningkatan kinerja operasional IKM pangan tradisional lebih optimal.