Frency Caka
Universitas Malahayati

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK MENJADI ECO-BRICK SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN KURSI RAMAH LINGKUNGAN Putri Amalia; Habzsha Ribi; Nurbaidah Nurbaidah; Fajar Satryo; Frency Caka
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.15537

Abstract

ABSTRACT Domestic waste management in Tejosari Village remains constrained by the lack of initial sorting, allowing inorganic materials to potentially pollute the local environment in a sustained manner. This KKL-PPM program of Universitas Malahayati aimed to improve community knowledge and mentor Karang Taruna youth in practicing the workflow of sorting, cleaning, compacting, and assembling 24 plastic bottles into an eco-friendly chair. Field assistance was executed participatorily through waste management socialization, sorting demonstrations, and direct material compaction simulations alongside local residents. Evaluation results recorded an accumulation of 10 kg of household plastic waste alongside a significant increase in residents' cognitive understanding from an initial 15.4%–46.2% to 92.3%–100% post-training. Direct participant involvement successfully produced a functional seating unit for the community interaction space, although 23.1% of participants still required further guidance. The final reflection indicates that integrating education with ecobrick practice effectively builds initial ecological literacy at the site level, yet local institutional schemes and periodic mentoring remain necessary to ensure the sustainability of independent waste sorting habits. ABSTRAK Pengelolaan limbah domestik di Desa Tejosari masih terkendala oleh minimnya pemilahan awal, sehingga material anorganik berpotensi mencemari lingkungan lokal secara berkelanjutan. Kegiatan KKL-PPM Universitas Malahayati ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat serta mendampingi pemuda Karang Taruna dalam mempraktikkan alur pemilahan, pembersihan, pemadatan, hingga perangkaian 24 botol plastik menjadi satu unit kursi ramah lingkungan. Pendampingan lapangan dieksekusi secara partisipatif melalui sosialisasi tata kelola sampah, demonstrasi pemilahan, hingga simulasi pemadatan material anorganik secara langsung bersama warga. Hasil evaluasi mencatat akumulasi 10 kg sampah plastik rumah tangga serta peningkatan signifikan pada pemahaman kognitif warga dari kondisi awal 15,4%–46,2% menjadi 92,3%–100% pascapelatihan. Keterlibatan langsung peserta berhasil mewujudkan satu unit perabot duduk fungsional bagi ruang interaksi warga, meskipun 23,1% peserta masih memerlukan pengerjaan lanjutan. Pemaknaan akhir menunjukkan bahwa integrasi edukasi dan praktik ecobrick efektif membentuk pemahaman ekologis awal di tingkat tapak, namun skema kelembagaan lokal dan pendampingan berkala tetap diperlukan untuk menjamin keberlanjutan kebiasaan pemilahan sampah secara mandiri.