Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

KAJI ULANG PERENCANAAN BANGUNAN PENAHAN SEDIMEN (CHECK DAM I) DI DAERAH ALIRAN SUNGAI CILIMAN KABUPATEN LEBAK Dinihari Mulya Lestari; Fitri Dwirani; Nanda Syuhada Syuhada
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 1 No. 1 (2019): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Check dam is a river shaped river with its completeness, which serves to control the speed, flow and direction of the sediment flow in the riverbed. Check dam I in the Ciliman River Basin Cicaringin Village, Gunung Kencana District Lebak Regency is one of the planned check dam of three locations planned by the Cidanau-Ciujung- Cidurian River Basin through Planning Consultant PT Prana Kurnia Pratama in 2010th which aims to tackling or reducing the problem of the amount of sediment transport on the Ciliman River thus preventing the siltation of the river and the reduction of river cross section. Cicaringin's check dam I condition is irrelevant at the time of the initial design that was designed with 50 minutes replanning plan (Q50) calculated by HSS Gama I method of 462,257 m3/sec, so it needs to be reviewed by analyzing the stability of check dam with using a flood discharge plan 25 years rework (Q25) of 429,108 m3/sec calculated with the same motede, with catchman area of 117.00 km2. This study was conducted to determine whether the stability of check dam I Cicaringin is safe against the forces acting with (Q25). The calculated forces are own gravity, seismic force, lifting force, water weight, water pressure and calculated dam weights analysis are hydraulic gradient, eccentricity, soil bearing capacity, bolsters and shear forces. The results show that the dimensions of chek dam are safe against shear forces, bolsters, eccentricity, soil carrying capacity and forces that work well during normal water level conditions and flood waterconditions.
KUANTITATIF PENGGUNAAN ALAT BERAT UNTUK ITEM PEKERJAAN GALIAN DAN TIMBUNAN (STUDI KASUS: PENINGKATAN JALAN KECAMATAN CIRUAS - LEBAKWANGI - PONTANG - TIRTAYASA) KABUPATEN SERANG Bambang Hariyanto; Dinihari Mulya Lestari; Rizky Firdaus
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 2 No. 01 (2020): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan di Indonesia belakangan ini berkembang sangat pesat, terutama pada bidang konstruksi. Mulai dari pembangunan gedung, jalan, jembatan, sampai pembangunan bendungan. Sebagian besar pembangunan tersebut menggunakan alat berat. Alat berat adalah faktor penting di dalam proyek-proyek konstruksi, tujuan dari penggunaan alat berat adalah memudahkan dalam mengerjakan pekerjaan sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah pada waktu yang relatif lebih singkat. Ruang lingkup penulisan ini hanya dibatasi pada pekerjaan galian dan timbunan yang berkaitan dengan penggunaan alat berat Excavator, Dump Truck, Motor Grader, Three Wheel Roller. Pada penelitian ini dilaksanakan di proyek Peningkatan Jalan Penghubung Kecamatan Ciruas, Lebakwangi, Pontang dan Tirtayasa, menggunakan metode deskripsi analisis. Hasil dari analisis didapatkan alternatif I nilai biaya sewa dan jumlah alat 1 unit Excavator galian, 2 unit Excavator timbunan, 4 unit Dump Truck galian, 41 unit Dump Truck timbunan, 1 unit Motor Grader, 1 unit Three Wheel Roller dengan jumlah biaya sewa sebesar Rp. 1.452.952.528,36 dan waktu pengerjaan selama 541,99 jam.
ANALISA PERBANDINGAN EXPANTION JOINT JEMBATAN JENIS ASPHALTIC PLUG JOINT Dengan FINGER JOINT Pada JALAN TOL TANGERANG – MERAK Nila Prasetyo Artiwi; Among Wiria Putra; Dinihari Mulya Lestari
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 4 No. 02 (2022): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v4i02.2115

Abstract

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan rute transportasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Oleh sebab itu, setiap komponen penyusun jembatan perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu komponen penyusun jembatan adalah expansion joint atau siar muai. Sama halnya pada jalan tol Tangerang – Merak, jembatan tol yang terdapat disana menggunakan beberapa jenis expantion joint antara lain asphaltic plug, finger joint, dan strip seal joint. Tujuan analisa ini dilakukan untuk mengetauhi tahapan pekerjaan expantion joint asphaltic Plug dan finger joint, serta mengetahui perbandingan waktu, biaya pekerjaan,dan biaya pemeliharaan expantion joint selama 3 bulan. Metode pengumpulan data yang dikumpulkan berasal dari hasil observasi dan literatur, serta terbagi menjadi dua jenis yaitu data primer dan data sekunder. Dari hasil perhitungan celah sambungan siar muai didapat ∆L sambungan siar muai = 4,786 mm dan dari hasil analisa didapatkan untuk asphaltic plug ada 9 tahap pekerjaan dengan waktu 8 jam untuk pelaksanaan 3,60 m dengan biaya Rp. 1.067.996.074 dan biaya pemeliharaan Rp. 188.030.513. Sedangkan untuk Finger joint ada 9 tahap pekerjaan dengan waktu 18 jam untuk pelaksanaan 3,60 m dengan biaya Rp. 4.274.271.827 dan biaya pemeliharaan Rp. 4.849.109
OPTIMASI PERENCANAAN DRAINASE JALAN RAYA CIKANDE  PARIGI - SUKAMANAH KABUPATEN SERANG SEBAGAI SOLUSI PENGANDALIAN BANJIR Dinihari Mulya Lestari; M.Ichwanul Yusup; Alvin Syahrur Ramadan
Journal of Sustainable Civil Engineering (JOSCE) Vol. 7 No. 02 (2025): JOSCE: Journal of Sustainable Civil Engineering
Publisher : LPPM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47080/josce.v7i02.4335

Abstract

Permasalahan genangan air pada ruas jalan raya Cikande Parigi-Sukamanah, kecamatan CCikande Kabupaten Serang dengan lebar 6,0 meter, disebabkan oleh ketiadaan sistemm drainase yang memadai serta tingginya intensitas curah hujan. Kondisi ini mengakibatkan terganggunya  arus lalulintas, meningkatnya resiko kecelakaan, serta berdampak negatif terhadap aktivitas masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi eksisting jalan, menganalisis debit rencana berdasarkan curah hujan, serta merancang sisitim drainase yang efektif dalam mengatasi genangan air. Metode yangg digunakan meliputi analisis hodrologi dengan pendekatan Log Pearson Tipe III berdasarkan data curah hujan lima tahun terakhir, serta perhitungan debit rencana menggunakan metode rasional. Perencanaan dimensi saluran drainase dilakukan melalui tiga skenario perhitungan kapasitas saluran berbentuk persegi. Hasil analisis  menunjukan bahwa debit rencana kala ulang 20 tahun sebesar 0,182 m3/detik. Saluran drainase yyang dirancang berbentuk persegi dengan dimensi lebar 60 m dan tinggi 0,8 m memiliki kapasitas aliran sebesar 1,164 m3/detik. Nilai ini menunjukan bahwa kapasitas saluran lebih besar dari debit rencana, sehingga  sistem drainase yang dirancang dinyatakan aman dan efektif dalam menggatasi genangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan sistem drainase yang tepat sangat penting untuk mengurangi dampak banjir, memperlancar arus lalulintas , serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.