Alya Fauziyyah
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Sundanese Ethnomathematics: Kupat Tahu Tasikmalaya as a Mathematics Learning Resource Alya Fauziyyah; Wati Susilawati; Rahayu Kariadinata
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 2 (2026): April
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/zabsyq04

Abstract

Abstrak Kupat tahu merupakan makanan tradisional Tasikmalaya, Jawa Barat, yang mengandung nilai filosofi mendalam serta konsep matematika, khususnya pada bentuk geometri komponen dan komposisi bahannya. Dengan pendekatan etnografi, penelitian deskriptif kualitatif ini menggali konsep matematika yang tersembunyi dalam kupat tahu Tasikmalaya sebagai sumber belajar berbasis etnomatematika. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan dua narasumber utama, yaitu pengrajin ketupat berpengalaman lebih dari 30 tahun dan penjual kupat tahu generasi ketiga, serta observasi partisipatif dan dokumentasi. Lima kelompok konsep matematika teridentifikasi: geometri bidang datar (belah ketupat); geometri bangun ruang (prisma tegak, balok); rasio dan proporsi pada bumbu kacang; transformasi geometri pada pola anyaman janur kelapa; dan aljabar proporsional dalam takaran bahan. Temuan ini dapat diintegrasikan sebagai bahan ajar matematika kontekstual berbasis kearifan lokal Sunda untuk meningkatkan motivasi dan pemahaman matematika siswa.   Abstract Kupat tahu is a traditional food from Tasikmalaya, West Java, that embodies deep philosophical values and mathematical concepts, particularly in the geometric shapes of its components and the composition of its ingredients. This descriptive qualitative study used an ethnographic approach to uncover the mathematical ideas embedded in kupat tahu Tasikmalaya. Data were collected through participatory observation, documentation, and in-depth interviews with two purposively selected informants: a ketupat craftsman with over three decades of experience and a third-generation kupat tahu vendor. Five groups of mathematical concepts were identified: plane geometry (rhombus); solid geometry (right prism, cuboid); ratio and proportion in peanut sauce composition; geometric transformations in coconut-leaf weaving patterns; and proportional algebra for ingredient scaling. These findings can serve as contextual mathematics learning material rooted in Sundanese cultural wisdom, enhancing students' motivation and understanding through culturally familiar contexts.