Sekar Langit Jingga Madya Putri
Universitas Padjadjaran

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Intervensi Non Farmakologis Kombinasi Terapi Murottal dan Teknik Relaksasi Napas Dalam untuk Mengurangi Nyeri Akut pada Pasien Meningitis: Studi Kasus Sekar Langit Jingga Madya Putri; Theresia Eriyani; Maria Komariah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1843

Abstract

Pendahuluan: Meningitis merupakan peradangan pada meninges yang dapat menimbulkan nyeri kepala akibat proses inflamasi dan iritasi meningeal. Nyeri yang tidak teratasi dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas pasien. Intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan dalam manajemen nyeri adalah terapi murottal Al-Qur’an dan relaksasi napas dalam. Studi kasus ini bertujuan menganalisis penerapan kombinasi terapi murottal dan teknik relaksasi napas dalam pada pasien meningitis virus dengan nyeri akut. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus pada seorang pasien perempuan berusia 55 tahun dengan diagnosis medis meningitis virus. Intervensi berupa mendengarkan murottal Al-Qur’an Juz 2 selama 30 menit yang dikombinasikan dengan relaksasi napas dalam, diberikan dua kali sehari selama tiga hari. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Skala nyeri pasien mengalami penurunan bertahap dari 6/10 pada hari pertama menjadi 2/10 pada hari ketiga setelah intervensi. Pasien tampak lebih rileks, nyaman, dan mampu mengendalikan respons terhadap nyeri. Diskusi: Penurunan nyeri terjadi karena murottal Al-Qur’an memberikan efek relaksasi dan distraksi, sedangkan relaksasi napas dalam membantu mengurangi ketegangan otot, meningkatkan oksigenasi, serta menurunkan aktivasi sistem saraf simpatis. Kesimpulan: Kombinasi terapi murottal Al-Qur’an dan relaksasi napas dalam efektif sebagai terapi pendamping untuk menurunkan nyeri akut pada pasien meningitis virus.