herra octavia dewi
universitas muhammadiyah semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBERIAN WARMED INTRAVENOUS FLUID TERHADAP SUHU TUBUH PASIEN HIPOTERMI DI INSTALASI BEDAH SENTRAL: LITERATUR REVIEW: Administration Of Warmed Intravenous Fluids And Body Temperature In Hypothermic Patients In The Central Surgical Unit: A Literature Review herra octavia dewi; satriya pranata; luthfi eka meylinda; shafira azmia putri; wiwin setiyorini; yulia candra widiastuti
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v3i1.80

Abstract

Latar Belakang: Hipotermia perioperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan dan dapat meningkatkan risiko perdarahan, infeksi luka operasi, menggigil, gangguan hemodinamik, serta memperpanjang masa pemulihan. Salah satu intervensi yang direkomendasikan untuk mencegah kondisi tersebut adalah pemberian warmed intravenous fluid.Tujuan: Literatur review ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian warmed intravenous fluid terhadap suhu tubuh pasien hipotermia di Instalasi Bedah Sentral. Metode: Telaah literatur terhadap 10 artikel penelitian yang diperoleh melalui database Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa pemberian warmed intravenous fluid efektif mempertahankan suhu inti tubuh, menurunkan kejadian hipotermia dan shivering, meningkatkan kenyamanan termal pasien, menjaga stabilitas hemodinamik, serta mempercepat pemulihan pascaanestesi. Efektivitas intervensi semakin optimal apabila dikombinasikan dengan metode penghangatan aktif seperti forced-air warming, prewarming, atau warming blanket. Kesimpulan: Dengan demikian, warmed intravenous fluid merupakan intervensi keperawatan berbasis bukti yang sederhana, aman, dan layak diterapkan sebagai bagian dari standar pelayanan perioperatif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan di Instalasi Bedah Sentral.