Latar Belakang: Hipotermia perioperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani tindakan pembedahan dan dapat meningkatkan risiko perdarahan, infeksi luka operasi, menggigil, gangguan hemodinamik, serta memperpanjang masa pemulihan. Salah satu intervensi yang direkomendasikan untuk mencegah kondisi tersebut adalah pemberian warmed intravenous fluid.Tujuan: Literatur review ini bertujuan menganalisis efektivitas pemberian warmed intravenous fluid terhadap suhu tubuh pasien hipotermia di Instalasi Bedah Sentral. Metode: Telaah literatur terhadap 10 artikel penelitian yang diperoleh melalui database Google Scholar dan PubMed dengan rentang publikasi tahun 2021–2026. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa pemberian warmed intravenous fluid efektif mempertahankan suhu inti tubuh, menurunkan kejadian hipotermia dan shivering, meningkatkan kenyamanan termal pasien, menjaga stabilitas hemodinamik, serta mempercepat pemulihan pascaanestesi. Efektivitas intervensi semakin optimal apabila dikombinasikan dengan metode penghangatan aktif seperti forced-air warming, prewarming, atau warming blanket. Kesimpulan: Dengan demikian, warmed intravenous fluid merupakan intervensi keperawatan berbasis bukti yang sederhana, aman, dan layak diterapkan sebagai bagian dari standar pelayanan perioperatif untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan di Instalasi Bedah Sentral.
Copyrights © 2026