Yulianti
Program Studi Farmasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Mandala Waluya, Kendari, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Potensi Imunomodulator Ekstrak Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus) Terhadap Aktivitas Fagositosis Makrofag Pada Mencit (Mus musculus) Jantan Wa Ode Yuliastri; Yulianti; Jastria Pusmarani
Jurnal Pharmacia Mandala Waluya Vol. 5 No. 5 (2026): Jurnal Pharmacia Mandala Waluya
Publisher : Prodi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jpmw.v5i5.642

Abstract

Imunomodulator adalah substansi biologis atau sintetik yang merangsang, menekan, atau memodulasi sistem imun.Tingginya insidens infeksi bakteri memerlukan agen pendukung kekebalan tubuh. Daun keji beling (Strobilanthes crispus) berpotensi sebagai imunomodulator karena kandungan flavonoid dan kaempferol. Mengetahui potensi imunomodulator ekstrak etanol daun keji beling terhadap aktivitas fagositosis makrofag. Penelitian analitik eksperimental pada mencit (Mus musculus) jantan yang diinfeksi Staphylococcus aureus. Dibandingkan efek dosis ekstrak 100, 200, dan 300 mg/kgBB terhadap fagositosis makrofag, dengan kontrol positif Stimuno® dan kontrol negatif. Analisis menggunakan one-way ANOVA (p keseluruhan) diikuti post hoc LSD. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan aktivitas fagositosis: 75,67% (100 mg/kgBB), 78% (200 mg/kgBB), 83,33% (300 mg/kgBB). Nilai ini lebih rendah dari Stimuno® (90,67%), tetapi lebih tinggi dari kontrol negatif dengan nilai ANOVA menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok (p = 0,00) dan nilai Post hoc LSD dosis 300 mg/kgBB (p = 0,029). Ekstrak etanol daun keji beling berpotensi sebagai imunomodulator dengan peningkatan fagositosis makrofag tertinggi pada dosis 300 mg/kgBB.