Candida albicans merupakan penyebab penting dari infeksi jamur invasif dan masalah kesehatan umum yang terjadi dimasyarakat. Pada kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) mengandung beberapa senyawa metabolit sekunder yangpotensial sebagai antijamur seperti flavanoid, alkaloid, terpenoid, dan tanin. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahuiaktivitas antijamur fraksi n-heksan,etil asetat dan air pada kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) terhadap jamur Candidaalbicans.Penelitian ini menggunakan desain eksperimental, sampel diekstraksi menggunakan pelarut etanol 96%,kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut berdasarkan kepolaran n-heksan, etil asetat dan air.Selanjutnya uji aktivitas antijamur dilakukan dengan metode difusi sumuran dan dianalisis data menggunakan One-WayANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua fraksi n-heksan, etil asetat, dan air memiliki aktivitas penghambatanterhadap pertumbuhan Candida albicans. Dengan zona hambat terbesar terdapat pada fraksi etil asetat konsentrasi 50%sebesar 19,7 mm, di ikuti fraksi n-heksan 50% sebesar 9,33 mm, dan air sebesar 18,42 mm. Fraksi Etil asetat 50%menunjukkan aktivitas paling tinggi dan yang paling aktif, diduga disebabkan oleh kandungan metabolit sekunder semi-polar seperti flavonoid dan tanin.Kesimpulan dari penelitian ini adalah Fraksi n-heksan, etil asetat, dan air dari kulit buahnaga (Hylocereus polyrhizus) memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans.Dengan demikian, fraksi etil asetatmemiliki potensi terbesar untuk dikembangkan sebagai antijamur alami terhadap jamur Candida albicans.